News

Musim Hujan, Waspada DBD, Begini Gejala dan Cara Pencegahannya

JAKARTA, EDUNEWS.ID – Cuaca ekstrem dan banjir seperti beberapa minggu ke belakang meningkatkan risiko penyebaran penyakit, salah satunya demam berdarah (DBD) di musim hujan.

Lembaga Kesehatan Dunia WHO menyebut banjir secara tidak langsung dapat menyebabkan peningkatan penyakit yang ditularkan melalui vektor atau hewan pembawa penyakit, misalnya lalat, kutu, tikus, ular, siput air tawar, dan nyamuk.

Hujan deras dan banjir mungkin terlihat bisa mengusir perkembangbiakan nyamuk, tetapi hewan pengisap itu akan muncul kembali ketika air surut. Air yang menggenang karena hujan atau meluapnya sungai dapat menjadi surga bagi nyamuk untuk berkembang biak dengan leluasa.

Apalagi, nyamuk menyebarkan berbagai penyakit, salah satunya demam berdarah.

Baca juga :  Jaksa Agung Sebut Mengancam Presiden Sama Dengan Makar

Melansir Antara, Kementerian Kesehatan mencatat sebanyak 110.921 kasus demam berdarah (DBD) terjadi sepanjang 2019. Angka itu meningkat cukup drastis dibandingkan tahun sebelumnya dengan 65.602 kasus.

Sementara The Centers for Disease Control and Prevention (CDC) memperkirakan bahwa 400 juta orang terjangkit DBD per tahun.

Melihat banyaknya kasus demam berdarah yang terjadi di seluruh dunia, di tahun yang sama WHO mengklasifikasikan demam berdarah sebagai penyakit tanpa disertai tanda atau gejala. Akan tetapi jika menunjukkan gejala mengindikasikan bahwa demam berdarah yang diderita tergolong parah atau serius. Bahkan jika tidak segera ditangani, demam berdarah dapat mengancam jiwa.

Demam berdarah menyebar melalui gigitan nyamuk Aedes aegypti, dan hanya nyamuk betina yang mentransmisikan virus DBD.

Baca juga :  Kemenag Akan Tertibkan Ustadz yang Kebanyakan Guyon saat Ceramah

Nyamuk ini biasanya menyerang di siang dan petang hari, baik di dalam maupun di luar rumah. Nyamuk Aedes berkembang biak di air yang tergenang dan jarang terbang menjauh lebih dari 200 meter dari tempat berkembang biak.

Gejala demam berdarah
Seseorang yang tergigit dan terinfeksi Aedes aegypti akan merasakan satu atau lebih gejala demam berdarah, antara lain demam selama 3-7 hari, sakit kepala hebat, nyeri otot dan sendi, kehilangan nafsu makan, mual, muntah, diare, ruam pada kulit, dan pendarahan mukosa (hidung dan gusi).

Jika merasakan gejala tersebut, penderita demam berdarah biasanya diharuskan untuk istirahat penuh di rumah (bed rest) sampai demamnya hilang. Biasanya demam turun setelah 3 sampai 5 hari dan sebagian besar penderita akan pulih dalam dua minggu.

Baca juga :  Awal Juli DPRD Terima Tambahan Tunjangan Jabatan
Advertisement

Pencegahan
Sebelum telanjur terkena demam berdarah, jauh lebih baik meningkatkan kesadaran untuk membiasakan hidup sehat, menjaga kebersihan lingkungan, dan membasmi tempat atau sarang perkembangbiakan nyamuk.

Pencegahan sebaiknya dimulai dari diri sendiri dan lingkungan tempat tinggal sekitar. Merangkum dari berbagai sumber, terdapat 11 langkah yang dapat dilakukan untuk mengurangi paparan terhadap nyamuk Aedes aegypti dan terkena demam berdarah, antara lain:

1. Oleskan lotion antinyamuk pada bagian tubuh atau kulit untuk mencegah gigitan nyamuk. Jam rawan nyamuk menyerang berkisar pukul 16.00-19.00. Tapi jangan oleskan di permukaan yang luka atau lecet, dekat mata dan mulut. Setelah itu jangan lupa untuk mencuci tangan.

2. Kenakan celana panjang dan baju lengan panjang untuk menutupi kulit Anda.

3. Pasang kelambu atau kasa nyamuk di tempat tidur, terutama untuk bayi.

4. Hindari menggantung terlalu banyak pakaian bekas pakai karena nyamuk menyukai aroma keringat manusia.

5. Semprotkan obat pembunuh serangga di sudut-sudut gelap dalam rumah seperti di kolong tempat tidur, sofa, maupun di balik tirai.

6. Tutup semua wadah dan hindari genangan air seperti ember buangan AC, penadah hujan. Untuk bak mandi, kuras setidaknya seminggu sekali untuk mencegah perkembangbiakan nyamuk di dalam rumah.

7. Gemburkan tanah pada pot untuk mencegah tergenangnya air.

8. Kubur barang-barang yang dapat menampung air seperti plastik, ban bekas, drum, batok kelapa, pot, kaleng atau botol bekas yang sudah tak terpakai.

9. Pangkas pohon yang terlalu rimbun, buang semua daun yang berguguran dan sampah yang menumpuk, serta bersihkan kotoran yang menyumbat di talang atap.

10. Tabur insektisida pembunuh serangga di selokan dan talang atap.

11. Segera bersihkan rumah setelah banjir surut agar menghindari lembap, tumbuhnya jamur, dan bersarangnya nyamuk.

cnn

To Top
Do NOT follow this link or you will be banned from the site!
Social Media Auto Publish Powered By : XYZScripts.com