Nasional

Achmad Yurianto Dilantik Jokowi sebagai Ketua Dewas BPJS Kesehatan

Achmad Yurianto

JAKARTA, EDUNEWS.ID – Presiden Joko Widodo (Jokowi) melantik Achmad Yurianto sebagai Ketua Dewan Pengawas BPJS Kesehatan periode 2021-2026. Ia menggantikan Ketua Dewan Pengawas BPJS Kesehatan sebelumnya, Chairul Radjab Nasution.

Selain jajaran Dewan Pengawas, kepala negara juga mengesahkan Dewan Direksi BPJS Kesehatan masa jabatan 2021-2026.

“Sebelum saudara diambil sumpah janji berkenaan dengan penngakatan saudara dalam keanggotaan Dewan Pengawas dan Direksi BPJS Kesehatan dan BPJS Ketenagakerjaan masa jabatan 2021-2026. Terlebih dahulu saya akan bertanya pada saudara, bersediakah saudara diambil sumpah janji menurut agama masing-masing?” kata Jokowi saat pengambilan sumpah jabatan yang diikuti jawab bersedia dari seluruh anggota Dewan Pengawas dan Dewan Direksi, Senin (22/2/2021).

Selanjutnya, kepala negara memimpin pengucapan sumpah jabatan yang diikuti oleh seluruh anggota Dewan Pengawas dan Dewan Direksi BPJS Kesehatan.

“Bahwa saya akan setia kepada UUD Republik Indonesia tahun 1945 serta akan menjalankan semua aturan perundangan-undangan dengan selurusnya demi darma bakti saya kepada bangsa dan negara. Bahwa saya dalam menjalankan tugas dan jabatan, akan menujung tinggi etika jabatan, bekerja dengan sebaik-baiknya, dengan penuh rasa tanggung jawab,” kata Jokowi.

Seperti diketahui, Achmad Yurianto merupakan mantan juru bicara pemerintah pada Gugus Tugas Percepatan Penanganan Covid-19 sejak Maret 2020. Sosok Yuri, sapaan akrabnya selalu tampil di layar kaca menyampaikan data terbaru kasus covid-19 setidaknya selama lima bulan sebelum akhirnya digantikan oleh Wiku Adisasmito.

Yuri, saat itu menjabat sebagai sebagai Dirjen Pencegahan dan Pengendalian Penyakit (P2P) Kementerian Kesehatan. Karirnya di Kementerian Kesehatan sendiri dimulai pada 2015 sebagai dimulai tahun 2015 Kepala Pusat Krisis Kesehatan Kemenkes. Selanjutnya, ia diangkat sebagai Dirjen P2P pada 2019 lalu.

Latar belakang dokter dikantongi Yuri dari Universitas Airlangga. Selanjutnya, ia menempuh jenjang S2 pada program Kajian Administrasi Rumah Sakit di Universitas Indonesia.

Sebelum bergabung di Kementerian Kesehatan, Yuri lama berkarir sebagai dokter militer. Mulai dari dokter di Yonif 745/Sampada Yudha Bakti Dili, Timor Timur pada 1991 dan dokter di Denkeslap Kesdam IX/Udayana pada 1993. Setelah itu, Yuri sempat berkeliling Indonesia untuk menunaikan tugasnya sebagai dokter militer.

Ia juga tercatat pernah menduduki jabatan wakil kepala rumah sakit. Meliputi, Wakil Kepala RS tingkat II Dustira, Cimahi, Jawa Barat dan Wakil Kepala Kesehatan Daerah Militer IV Diponegoro Semarang.

Sementara itu, Jokowi menunjuk Ali Ghufron Mukti sebagai Direktur Utama (Dirut) BPJS Kesehatan. Ia menggantikan dirut BPJS Kesehatan sebelumnya, Fachmi Idris yang habis masa jabatannya.

cnn

To Top
Social Media Auto Publish Powered By : XYZScripts.com