Nasional

Aktifis Bersama Warga Tuntut Hak atas Tanah Rumah Sakit Hermina Makassar

MAKASSAR, EDUNEWS.ID – Kasus pembangunan Rumah Sakit (RS) Hermina Makassar yang tepatnya berada di Jalan Toddopuli Raya Timur, Makassar disinyalir masih bermasalah.

Talabi Bin Soba pemilik lahan 668 meter persegi di jalan masuk RS Hermina, mengaku belum terselesaikan pembayaran lahan tersebut.

Oleh karena itu, sejumlah mahasiswa yang tergabung dalam Himpunan Aktivis Mahasiswa (HAM) Sulawesi Selatan bersama dengan Talabi Bin Soba (Ahli Waris) kembali menduduki akses jalan masuk pembangunan RS Hermina untuk kedua kalinya.

Adhe Sira, selaku ketua bidang pembinaan anggota Himpunan Aktivis Mahasiswa (HAM) mengaku pendudukan tersebut mereka lakukan karena kecewa terhadap pikah RS Hermina.

“Ini sengaja kami lakukan sebagai bentuk kekecewaan kami kepada pihak RS Hermina yang sejak awal didirikan 2015 Hingga saat ini belum di bayarkan tanah milik Talabi Bin Soba seluas 668 Meter per segi,” ungkapnya, Sabtu (3/12/2016)

Baca juga :  Apa Motifnya, Politikus PDIP ingin KPK Dibekukan

Adhe Sira menambahkan pihaknya telah melakukan aksi beberapa kali namun belum diindahkan.

“Beberapa kali kami melakukan aksi demonstrasi beserta warga Toddopuli di depan RS Hermina dan saat itu kami memberikan interval waktu selama beberapa hari namun juga tidak ada itikad baik dari Pihak RS Hermina Makassar,” lanjutnya.

Rencananya aksi demonstrasi akan terus berlanjut sampai terbayarnya lahan milik Ahli Waris atau sampai batas waktu yang tidak ditentukan.

Ketua Umum Himpunan Aktivis Mahasiswa (HAM) Ismail Radjab membenarkan, jika dirinya beserta lainnya telah menduduki kawasan tersebut selama beberapa hari.

” Ini sudah berjalan 2 hari dan akan kami lakukan sampai batas waktu yang tidak di tentukan atau Tanah Talabi bin Soba di bayar oleh pihak managemen Rumah sakit Hermina makassar,” jelasnya.

Baca juga :  PSM Makassar Juara Piala Indonesia

Zulkifli yang juga mengaku sebagai Ahli Waris atas sebagian lahan di sekitar pembangunan RS Hermina mengaku jenuh dengan sikap pihak managemen RS Hermina.

“Sikap warga diambil, lantaran belum ada niat baik pihak RS Hermina untuk segera menyelesaikan tuntutan Kami,” kesalnya.

Sebelumnya, Zulkifli telah memagari akses jalan masuk pembangunan RS Hermina dengan kawat duri bahkan membangun pondasi.

Namun, kawat berduri dan pondasi tersebut dibongkar oleh pihak RS Hermina.

“Lokasi yang masuk di wilayah pembangunan RS Hermina belum dibebaskan. Sementara mereka sudah memakai atau menggunakan lahan kami untuk fasilitas mereka tanpa melakukan koordinasi dengan kami selaku pemilik lahan,” kata Zulkifli.
Penulis : Irmawati Azis

Edunews.

Kirim Berita via: [email protected]/[email protected]
Iklan Silahkan Hub 085242131678

Copyright © 2016-2019 Edunews.ID

To Top
Do NOT follow this link or you will be banned from the site!
Social Media Auto Publish Powered By : XYZScripts.com