Nasional

Berikut Mitos Berolahraga yang Salah Kaprah

JAKARTA, EDUNEWS.ID – Ada banyak mitos dan pantangan yang dipercaya banyak orang saat berolahraga. Sering kali mitos ini jadi penghalang orang-orang untuk berolahraga.

Namun, selayaknya kabar burung, mitos-mitos tersebut tak terbukti kebenarannya. Jangan biarkan mitos menghambat Anda untuk membakar lemak dan menerapkan gaya hidup sehat.

Berikut 7 mitos yang dikaitkan olahraga.

1. Olahraga mengubah lemak menjadi otot
Lemak dan otot merupakan dua jenis jaringan tubuh yang berbeda.

“Apa pun yang Anda lakukan, Anda tidak dapat mengubah satu sama lain,” jelas ahli olahraga Lobo Louie Hung-tak, dikutip dari South China Morning Post.

Olahraga tidak bisa mengubah lemak menjadi otot. Pembentukan otot terjadi saat olahraga yang menekan dan memaksa otot menebalkan jaringan otot.

2. Tidak berenang setelah makan
Banyak orang melarang untuk berenang setelah makan karena dapat membuat tenggelam. Namun, ini hanya mitos.

Baca juga :  Iuran BPJS Naik, PKS: Presiden Tabrak MA

Berolahraga langsung setelah makan memang tidak baik. Tapi, tidak akan membuat seseorang tenggelam.

Setelah makan, tubuh bekerja mencerna makanan sehingga banyak organ yang bekerja. Jika ditambahkan dengan olahraga, maka akan menarik aliran darah ke otot dan berisiko menimbulkan keram.

3. Berlari setelah makan membuat usus buntu
Banyak orang melarang untuk berlari setelah makan karena dapat menyebabkan radang usus atau usus buntu. Namun, ini hanyalah mitos.

Alasannya, makanan memerlukan waktu untuk sampai pada usus besar, sehingga melompat dan berlari setelah makan tidak akan menyebabkan peradangan usus buntu.

Rasa sakit atau tidak nyaman saat berolahraga setelah makan biasanya disebabkan karena pasokan darah yang tidak memadai pada sistem pencernaan.

Baca juga :  Dirikan Partai Gelora, Fahri: Saya Tagih PKS Rp 30 Miliar

4. Olahraga di malam hari membuat sulit tidur
Secara umum, berolahraga di malam hari tidak akan mengganggu kualitas tidur. Tapi, sejumlah orang dapat merasakan sulit tidur karena pengaruh hormon setelah berolahraga di malam hari.

Louie menyarankan agar setiap orang melakukan percobaan untuk menemukan waktu terbaik untuk berolahraga. Cobalah untuk berolahraga di pagi, siang, sore, atau malam hari dan amati perubahan yang terjadi pada tubuh.

5. Olahraga adalah cara terbaik menurunkan berat badan
Banyak orang percaya bahwa olahraga merupakan cara terbaik menurunkan berat badan.

Namun, olahraga saja tidak cukup. Anda perlu menggabungkannya dengan pola makan yang sehat dan teratur.

“Anda bisa mendapatkan sekitar 700 kalori dari semangkuk daging dan mi telur saat makan siang, tetapi Anda hanya dapat membakar 300 kalori dengan berlari selama 30 menit. Bukankah lebih mudah memilih makanan kita dengan bijak?” tutur Louie.

Baca juga :  Zulkifli Hasan Singgung Utang Negara di Depan Jokowi

6. Semakin banyak keringat, semakin baik
Tidak selamanya semakin banyak keringat yang dihasilkan, olahraga bakal semakin baik. Keringat merupakan cara tubuh mempertahankan suhu tubuh yang normal.

Keringat bukan ukuran efektivitas olahraga. “Berkeringat lebih seperti perasaan. Berenang tidak berkeringat, tetapi olahraga ini sangat baik,” ujar Louie.

7. Berlari di treadmill tidak sebaik berlari di ruang terbuka
Kedua jenis lari ini memiliki manfaat yang berbeda, tergantung tujuan yang ingin dicapai dan kesenangan dari orang yang melakukannya.

Misalnya, jika ingin mencari udara segar, lakukan lari di ruang terbuka. Jika ingin berlari sambil menonton, bisa berlari menggunakan treadmill.

cnn

Edunews.

Kirim Berita via: [email protected]/[email protected]
Iklan Silahkan Hub 085242131678

Copyright © 2016-2019 Edunews.ID

To Top
Do NOT follow this link or you will be banned from the site!
Social Media Auto Publish Powered By : XYZScripts.com