Nasional

China Klaim Berhasil Tangani Virus Corona

JAKARTA, EDUNEWS.ID – Pemerintah China mengklaim berhasil menangani penyebaran virus corona, meski terus dikritik oleh Amerika Serikat.

“Dalam upaya memerangi epidemi, China bertindak sebagai negara yang bertanggung jawab,” tutur juru bicara Kementerian Luar Negeri China Zhao Lijian, seperti dikutip CNN, Kamis (12/3/2020).

Sejumlah pejabat AS meyakini China sebagai pihak yang patut disalahkan atas penyebaran virus corona di dunia. Mereka menyoroti penanganan awal wabah tersebut pada akhir 2019 oleh China yang dianggap keliru.

Presiden AS, Donald Trump, juga menyinggung soal negara asal penyebaran virus corona. Penasihat Keamanan Nasional Presiden AS, Robert O’Brien, juga mengatakan virus tersebut bukanlah berasal dari Wuhan yang ada di Provinsi Hubei, China.

Baca juga :  Kasus Hakim Korupsi Berulang, KPK Minta Mahkamah Agung Serius

Di sisi lain Ketua Umum Partai Komunis China di Wuhan, Wang Zhonglin, menyebut AS sebagai negara yang menyebabkan virus corona menyebar secara global. Ia pun kemudian mempertanyakan mengapa AS tidak turut disalahkan.

O’Brien menyinggung upaya penanganan awal yang dilakukan China, karena dianggap sempat menutupi informasi terkait penyebaran virus corona.

“Seandainya tim WHO ada di sana, tim CDC juga ke sana seperti tawaran kami, saya pikir kita bisa membendung apa yang terjadi di China dan dunia,” ujar dia.

Pemerintah China disebut melakukan pembatasan dan menyebarkan informasi yang keliru ketika masa awal penyebaran virus corona. Mereka melarang tenaga medis di rumah sakit, baik dokter atau perawat, membicarakan, mengirim pesan teks, foto, atau apa pun yang mungkin meninggalkan jejak digital terkait penyakit mematikan tersebut.

Baca juga :  TNI AU Siap Bantu BNPB Cegah Kebakaran Hutan

Seorang dokter China yang memperingatkan soal ancaman wabah tersebut, Li Wenliang, pernah dipanggil dan diinterogasi Kepolisian Wuhan karena membahas soal ancaman virus tersebut dengan rekannya sesama dokter melalui media sosial.

Advertisement

Ia bahkan diminta menandatangani surat peringatan berisi tuduhan bahwa dirinya telah “menyebarkan desas-desus online” dan “mengganggu ketertiban sosial”.

Li kemudian dilaporkan terinfeksi virus corona dan meninggal beberapa waktu kemudian.

Menteri Luar Negeri AS, Michael Pompeo, mengklaim kesulitan mendapatkan data terkait penyebaran virus corona dari pemerintah China.

Saling tuding ini antara China dan AS adalah buntut perseteruan mereka sejak beberapa waktu lalu. Mulai dari perang dagang, tuduhan terhadap perusahaan telekomunikasi Huawei yang dianggap bisa mencuri data dan digunakan untuk keperluan intelijen China, sampai perang pengaruh keduanya di Laut China Selatan dan di sejumlah negara.

Meski begitu, China membalikkan tuduhan dari negara lain dengan memperlihatkan mereka sukses menangani wabah virus corona. Apalagi jumlah kasus infeksi baru di China terus menurun.

Kendati demikian, Wang Zhonglin, mengungkapkan pada akhir pekan lalu bahwa warga di Provinsi Hubei kurang mengapresiasi upaya penanganan yang dilakukan pemerintah. Media pemerintah juga mulai melaporkan bahwa tidak jelas dari mana virus pertama kali berasal, walaupun kasus pertama berasal dari Wuhan.

Kasus virus corona pertama kali merebak di Wuhan akhir 2019 lalu. Hingga kini, jumlah kasus corona di sana telah mencapai 80.790. Pasien corona yang sembuh juga semakin bertambah dan mencapai 61.624 orang, sedangkan yang meninggal mencapai 3.158 orang.

Sementara itu, penyebaran global virus corona dinilai semakin parah. Jumlah kasus di seluruh dunia telah tembus 126.061 orang. Berdasarkan perhitungan situs Worldometers, sebanyak 67.064 di antaranya dinyatakan sembuh, dan 4.616 orang meninggal dunia.

cnn

Edunews.

Kirim Berita via: [email protected]/[email protected]
Iklan Silahkan Hub 085242131678

Copyright © 2016-2019 Edunews.ID

To Top
Do NOT follow this link or you will be banned from the site!
Social Media Auto Publish Powered By : XYZScripts.com