Nasional

Dana Haji Indonesia ‘Diparkir’ di Arab Saudi

JAKARTA, EDUNEWS.ID – Badan Pengelola Keuangan Haji (BPKH) berniat menanamkan investasi secara langsung pada tiga jenis usaha di Arab Saudi mulai tahun depan. Salah satunya, investasi di bidang usaha penginapan di Tanah Suci.

Anggota BPKH Ajar Susanto Broto menjelaskan dua usaha lainnya, yaitu katering dan transportasi. Nantinya, BPKH akan bekerja sama dengan perusahaan setempat untuk mempermudah proses investasi.

“Kami menggunakan pola kerja sama. Ada tiga, perjanjian akomodasi dan penginapan, kemudian katering atau makanan siap saji, dan ketiga terkait dengan transportasi,” ungkap Ajar, Kamis (7/11/2019).

Menurut Ajar, BPKH sejauh ini banyak menempatkan dana di instrumen investasi, seperti Surat Berharga Syariah Negara (SBSN). Ia mengaku porsi investasi langsung masih terbilang amat kecil.

Baca juga :  Perbaikan Dalil Gugatan BPN ke MK, TKN Bilang Begini

“Masih kecil (investasi langsung). Jadi kami mau jajaki tahun depan. Ini baru penjajakan,” tutur dia.

Namun, Ajar tak menyebut pasti berapa dana yang akan digelontorkan untuk investasi langsung tahun depan. Hal yang pasti, BPKH memiliki hak untuk mengalokasikan 20 persen dari dana kelolaannya untuk investasi langsung.

Saat ini, Ajar menyebut total dana kelolaan di BPKH sekitar Rp120 triliun. Menurutnya, dana kelolaan hingga akhir tahun masih akan berkisar Rp120 triliun.

“(Tahun depan) kurang lebih ada penambahan Rp10 triliun,” kata Ajar.

Sementara itu, Direktur Eksekutif Komite Nasional Keuangan Syariah (KNKS) Ventje Rahardjo menyatakan BPKH juga berniat untuk berinvestasi di sektor infrastruktur. Untuk mengembangkan pembiayaan syariah, pihaknya juga akan mendorong sejumlah lembaga dana pensiun (dapen) untuk menanamkan dana di proyek infrastruktur.

Baca juga :  Sudah Tak Dianggap, KKBMM Minta Maluku Dihapus dari Indonesia

“BPKH juga mulai masuk ke sektor itu (infrastruktur). Kami juga dorong sumber dana lain, misal dana pensiun,” tutur Ventje.

Ia menambahkan untuk perbankan syariah juga sudah mulai lebih dulu berinvestasi di proyek infrastruktur melalui sukuk yang dirilis oleh PT PLN (Persero) dan pemerintah. Selain itu, beberapa bank syariah juga terlibat dalam pemberian sindikasi kredit untuk proyek jalan tol.

“Yang pasti ini bisa membesarkan keuangan syariah, kalau ekosistem keuangan syariah membesar maka jumlah dana yang beredar semakin banyak dan pembiayaan syariah semakin kuat,” ujar dia.

cnn

Edunews.

Kirim Berita via: redaksi@edunews.id/redaksiedunews@gmail.com
Iklan Silahkan Hub 085242131678

Copyright © 2016-2019 Edunews.ID

To Top
Do NOT follow this link or you will be banned from the site!