Nasional

Di ILC Ridwan Saidi Sebut Dana Sidang Isbat 8 Milyar, Kementerian Agama: Bohong

 

JAKARTA, EDUNEWS.ID – Kementerian Agama (Kemenag) membantah pernyataan sejarahwan Ridwan Saidi yang menyebut institusi negara tersebut menganggarkan Rp 8 miliar untuk sidang melihat bulan (sidang itsbat rukyatul hilal). Kementerian agama menyebut pernyataan yang dilortarkan dalam acara diskusi ILC di TVOne sebagai kebohongan besar.

“Saudara Ridwan Saidi melakukan kebohongan besar pada acara ILC malam ini dengan mengatakan Kementerian Agama menganggarkan Rp 8 miliar untuk melihat bulan,” tutur Direktur Penerangan Agama Islam, Ditjen Bimbingan Masyarakat Islam, Kemenag Juraidi kepada Republika.co.id, Rabu (20/3/2019).

Dia mengatakan penganggaran setiap sidang itsbat digunakan untuk menentukan awal Ramadhan, Syawal, dan Dzulhijah, khususnya pada 2017/2018 tidak lebih dari Rp 105 juta. Saat itu, ia menjabat sebagai Direktur Urusan Agama Islam dan Pembinaan Syariah.

“Anggarannya tidak lebih dari Rp 150 juta saja, untuk transport dan konsumsi peserta sidang,” ujar Juraidi.

Sebelum ia menjabat, Juraidi mengatakan tidak ada penganggaran sidang itsbat yang melebihi Rp 200 juta, apalagi hingga miliaran rupiah. Dia mengklaim, dana yang dikeluarkan untuk sidang itsbat bisa saja tidak sebesar biaya yang dianggarkan.

“Ada yang digunakan cuma Rp 85 juta,” ujar Juraidi.

Dalam diskusi ILC pada Selasa (19/3/2019) malam, sejarawan Ridwan Saidi menyebut Kementerian Agama sebagai pionir korupsi dengan menjual kain kafan pemberian India di Pasar Tanah Abang. Pun menurut dia, banyak hal mengherankan yang dilakukan Kemenag, salah satunya penganggaran sebesar Rp 8 miliar untuk melihat bulan.

dtk

Facebook Comments

Edunews.

Kirim Berita via: redaksi@edunews.id/redaksiedunews@gmail.com
Iklan Silahkan Hub 085242131678

Copyright © 2016-2019 Edunews.ID

To Top
Do NOT follow this link or you will be banned from the site!