Nasional

Dijual Rp80 Juta, Pedagang Kulit Harimau Sumatera Ditangkap Polisi

EDUNEWS.ID – Polda Riau kembali mengungkap jaringan perdagangan organ satwa dilindungi, dan mengamankan tiga pelaku yang membawa serta menyimpan bagian tubuh dari Harimau Sumatera yang sudah mati.

Penangkapan dilakukan pada Sabtu 15 Februari 2020, sekitar pukul 11.00 WIB, di Jalan Arjuna Dusun IV RT/RW 002/091 Kelurahan Candi Rejo, Kecamatan Pasir Penyu, Kabupaten Indragiri Hulu (Inhu), Riau.

Kepala Bidang Hubungan Masyarakat Polda Riau, Kombes Sunarto, menjelaskan organ Harimau Sumatera itu terdiri dari satu lembar kulit, empat taring, dan satu karung berisi tulang-belulang, yang disimpan dalam plastik dan karung.

“Tim menerima informasi jual beli bagian tubuh Harimau Sumatera Jumat lalu. Ketiga tersangka membawa bagian tubuh Harimau Sumatera dari daerah Muara Tebo, Jambi, menggunakan mobil Toyota Avanza nopol D 1606 ABK,” ujar Kombes Sunarto dalam keterangan tertulisnya, Minggu, 26 Februari 2020.

Baca juga :  Pengembalian Iuran BPJS Kesehatan, Mahfud MD Bilang Begini

Kabid Humas menjelaskan, ketiga pelaku yakni MN Bin KR (45), RT (57), dan AT (43) mengaku, akan mengantarkan bagian tubuh harimau tersebut kepada seseorang di daerah Air Molek, Inhu.

Ketiganya diketahui memang merupakan kurir yang bertugas mengantar kulit dan tulang harimau, dari Tebo Jambi oleh eksekutor atas nama AT (DPO) dengan upah Rp2 juta. Selanjutnya, barang itu akan diserahkan kepada seseorang atas nama HN (DPO), di Air Molek, Kab. Indragiri Hulu.

“Ketiga tersangka kita amankan dan dibawa bersama barang bukti ke Mapolda Riau, Pekanbaru, guna penyidikan lebih lanjut,” ucap Sunarto.

Maraknya praktik perdagangan ilegal kulit dan organ Harimau Sumatera, ditengarai karena tingginya harga jual organ harimau di pasar gelap.

Baca juga :  Satgas Covid-19 Sindir DPR, Virus Meroket Gegara Pilkada

Selembar kulit harimau bisa dijual dengan harga sekitar Rp30 juta sampai Rp80 juta, taring harimau Rp500 ribu sampai Rp1 juta per buah, dan tulang harimau laku seharga Rp2 juta per kilo di pasar gelap. Harga tinggi itu disinyalir menjadi alasan para penyelundup untuk nekat melakukan aksi kejahatannya.

. vva

To Top
Social Media Auto Publish Powered By : XYZScripts.com