Nasional

Ditpolair Korpolairud Baharkam Polri Tangkap Penyalahgunaan BBM 21,5 Ton Milik Pertamina di Tuban

JAKARTA, EDUNEWS.ID – Tim Gabungan Ditpolair Korpolairud Baharkam Polri mengamankan kapal MT Putra Harapan yang mencuri 21,5 ton bahan bakar minyak (BBM) jenis solar dari Single Point Mooring (SPM) milik PT Pertamina di perairan Tuban, Jawa Timur. Polisi mengamankan dua orang tersangka dalam kasus ini.

“Tim gabungan Ditpolair Korpolairud Baharkam Polri, tim Opsnal Subdit Intelair bersama tim Kapal Patroli KP Eider-3002 melakukan tangkap tangan terhadap kapal MT Putra Harapan di perairan Tuban, sekitar SPM 150 milik PT Pertamina Tuban yang sedang melakukan kegiatan pencurian BBM jenis solar di dalam pipa atau selang bawah laut yang terhubung ke SPM 150,” kata Dirpolair Korpolairud Baharkam Polri Brigjen M Yassin Kosasih dalam keterangannya, Sabtu (20/3/2021).

“Dari hasil pengukuran atau sounding barang bukti BBM jenis solar yang berada di atas kapal MT Putra Harapan yang dilakukan oleh loading master PT Pertamina Tuban didapat hasil sebanyak 21.517 liter dan dari hasil uji laboratorium terhadap sampel yang diambil identik dengan minyak/BBM milik PT Pertamina Tuban,” lanjutnya.

Dua orang tersangka yang diamankan ialah nakhoda kapal berinisial Ali Ismail (47) dan anak buah kapal (ABK) berinisial M Taufik (39). Sementara empat tersangka lain yang berinisial J, M, K, dan H melarikan diri dengan menceburkan diri ke laut saat akan ditangkap.

“Hasil dari penangkapan tersebut berhasil diamankan barang bukti sebanyak 21,5 ton solar, kapal MT Putra Harapan, satu unit selang hose single mooring, mulut pipa buatan, dan dua buah pipa selang spiral,” kata dia.

Dia mengatakan tersangka Ismail Ali selaku nakhoda kapal MT Putra Harapan bersama tersangka M Taufik sudah mencuri BBM jenis solar dari selang bawah laut milik Pertamina Tuban sebanyak 4 kali. Namun baru terlaksana satu kali dengan hasil BBM yang didapat sebanyak 13 ribu liter.

BBM jenis solar sebanyak 13.000 liter tersebut berada di dalam 2 palkah MT Putra Harapan. Solar tersebut diambil menggunakan selang yang dihubungkan ke mulut pipa penyambung hose SPM Pertamina yang berada di bawah laut.

Atas kasus tersebut, para pelaku disangkakan melanggar pasaP 363 KUHP, 372 KUHP, Pasal 53 UU RI nomor 22 tahun 2001 tentang Migas, Pasal 4 juncto Pasal 2 UU RI nomor 8 tahun 2010 tentang Tindak Pidana Pencucian Uang (TPPU). Para pelaku terancam hukuman lebih dari 5 tahun penjara.

(*)

To Top
Social Media Auto Publish Powered By : XYZScripts.com