Nasional

Dunia Industri harus Terhubung Langsung dengan Pendidikan Vokasi

Penandatangannya secara simbolis oleh 13 perusahaan dengan 13 SMK di Provinsi Jawa Tengah, disaksikan oleh Menteri Pendidikan dan Kebudayaan (Mendikbud) Muhadjir Effendy dan Menteri Perindustrian Airlangga Hartarto, di kantor PT APAC INTI CORPORA, Semarang, Jawa Tengah, belum lama ini

YOGYAKARTA, EDUNEWS.ID – Kementerian Perindustrian mendorong pendidikan vokasi yang memiliki konsep keterhubungan antara pelaku industri dengan Sekolah Menengah Kejuruan (SMK).‎ Hal ini untuk peningkatan kapasitas sumber daya manusia (SDM) yang menjadi salah satu pilar utama dalam kebijakan pemerataan ekonomi.

Menteri Perindustrian Airlangga Hartarto mengatakan, Kementerian Perindustrian sedang menggalakan program pendidikan dan pelatihan vokasi atau kejuruan, untuk menyiapkan tenaga kerja terampil yang dibutuhkan dunia usaha.

“Langkah tersebut merupakan amanat dari Instruksi Presiden Nomor 9 Tahun 2016 tentang Revitalisasi SMK, yang juga untuk menyiapkan tenaga kerja terampil sesuai kebutuhan dunia usaha saat ini,” kata Airlangga, Sabtu (22/4/2017).

Advertisement

Airlangga mengungkapkan, sampai 10 tahun ke depan Indonesia akan menikmati bonus demografi, mayoritas penduduknya berada pada usia produktif. Kondisi tersebut ‎harus dimanfaatkan dengan menciptakan SDM yang terampil.

“Mereka harus menjadi aktor-aktor pembangunan. Jangan sampai menjadi pengangguran yang justru akan membawa dampak sosial yang besar dalam pembangunan,” tuturnya.

Oleh karena itu, Kemenperin menggandeng sebanyak 117 perusahaan untuk menandatangani perjanjian kerja sama dengan 389 SMK dalam upaya menjalankan program pendidikan vokasi industri di wilayah Jawa Tengah dan DI Yogyakarta.

EDUNEWS.ID

Edunews.

Kirim Berita via: [email protected]/[email protected]
Iklan Silahkan Hub 085242131678

Copyright © 2016-2019 Edunews.ID

To Top
Do NOT follow this link or you will be banned from the site!
Social Media Auto Publish Powered By : XYZScripts.com