Ekonomi

Era Pandemi Covid 19, Simpanan Masyarakat di Bank Menurun

Ilustrasi

JAKARTA, EDUNEWS.ID – Bank Indonesia (BI) mencatat pertumbuhan Dana Pihak Ketiga (DPK) atau simpanan masyarakat di bank menurun pada April 2020. Pada periode itu, banyak masyarakat berdiam diri di rumah sebagai akibat kebijakan Pembatasan Sosial Berskala Besar (PSBB) dampak penyebaran virus corona.

DPK merupakan seluruh dana yang diterima bank dari masyarakat dalam bentuk giro, tabungan, dan deposito. DPK ini, menurut catatan BI, turun 8,08 persen per April 2020. Penurunannya lebih dalam pada bulan sebelumnya, yaitu 9,54 persen.

Kendati demikian, Gubernur BI Perry Warjiyo menyebut ketersediaan likuiditas bank masih terjaga. Hal ini tercermin dari meningkatnya rasio kecukupan modal (Capital Adequacy Ratio/CAR) bank dari 21,63 persen per Maret menjadi 22,03 persen per April.

Baca juga :  Ungkap Korupsi BPJS Rp7 Miliar, Polda Jabar Tahan Eks Kepala dan Bendum RSUD Lembang

“Secara keseluruhan stabilitas sistem keuangan masih tetap terjaga,” katanya dalam konferensi pers, Kamis (18/6/2020).

Ia juga memastikan akan terus memantau perkembangan kondisi perbankan dan dampaknya bagi sistem keuangan di Indonesia.

BI, lanjutnya, juga akan meneruskan bauran kebijakan moneter dan makroprudensial yang akomodatif bagi perbankan dan perekonomian nasional.

Advertisement

“Termasuk berbagai upaya untuk memitigasi risiko di sektor keuangan akibat penyebaran covid-19,” ucap Perry.

Selain DPK, BI juga mencatat perlambatan penyaluran kredit ke masyarakat. Alasan perlambatan kredit dikarenakan rendahnya permintaan masyarakat di tengah covid-19, serta kehati-hatian bank dalam menyalurkan.

Per April 2020, penyaluran kredit bank turun 5,73 persen. Tak jauh berbeda dengan bulan sebelumnya yang turun 5,93 persen.

“Fungsi intermediasi belum optimal sejalan melemahnya permintaan domestik dan makin hati-hatinya perbankan dalam menyalurkan kredit akibat meluasnya dampak covid-19,” ujar dia.

Bersamaan dengan rendahnya laju pertumbuhan kredit, kualitas kredit rupanya turut memburuk. Hal ini tercermin dari peningkatan rasio kredit bermasalah atau macet (Nonperforming Loan/NPL).

Tercatat, NPL bank gross meningkat dari 2,77 persen pada Maret 2020 menjadi 2,89 persen pada April 2020. Begitu pula dengan NPL nett naik dari 1,02 persen menjadi 1,13 persen pada periode yang sama.

cnn

Edunews.

Kirim Berita via: [email protected]/[email protected]
Iklan Silahkan Hub 085242131678

Copyright © 2016-2019 Edunews.ID

To Top
Do NOT follow this link or you will be banned from the site!
Social Media Auto Publish Powered By : XYZScripts.com