Nasional

FPI Gaungkan #Anies4PresidenRI2024

Ilustrasi

JAKARTA, EDUNEWS.ID – Front Pembela Islam (FPI) mengunggah foto Gubernur DKI Jakarta Anies Baswedan melalui akun Twitter resminya, Rabu (18/11). FPI juga menulis tagar #Anies4PresidenRI2024.

Dalam unggahan itu foto Anies juga dibubuhi kutipan QS Surat Al-Insyirah lengkap dengan 8 ayat dan terjemahannya. FPI menyebut surat itu dibacakan Anies saat menunaikan salat maghrib di Polda Metro Jaya, Selasa (17/11/2020).

Di Markas Polda, Anies dimintai keterangan oleh polisi terkait kerumunan massa di acara pernikahan putri pemimpin FPI Rizieq Shihab yang dihelat di Petamburan, Jakarta Pusat, Sabtu (14/11/2020).

“Dilantunkan syahdu oleh Pak Anies Baswedan saat menunaikan sholat Maghrib di Polda Metro Jaya (17/10/2020),” demikian dikutip CNNIndonesia.com dari akun @DPPFPI_ID.

Tak hanya itu, unggahan foto itu juga dibubuhi kutipan dukungan FPI kepada Anies untuk maju dalam kontestasi politik Pilpres 2024. Kemudian, FPI menulis sindiran pemeriksaan Anies oleh polisi.

“Gasssss….. Guncang Istana! #Anies4PresidenRI2024,” tulis akun tersebut.

“Yang penting HRS & Anies Baswedan. Yang lain mah aman… Ada yang bisa bantah statement paling simple ini?” lanjut FPI di cuitan berbeda yang diunggah pukul 09.59 WIB.

Wakil Sekretaris Umum FPI Aziz Yanuar menyebut unggahan tersebut merupakan representasi dukungan FPI kepada Anies terkait panggilan pemeriksaan soal kerumunan acara yang diinisiasi Rizieq di Petamburan.

“Itu dukungan untuk Pak Anies dalam menghadapi ketidakadilan yang ia hadapi,” kata Aziz saat dihubungi CNNIndonesia.com, Rabu (18/11/2020).

Lebih lanjut, Aziz menjelaskan frasa ‘guncang istana’ sebagai bentuk ketidakadilan atau tebang pilih penegakan hukum.

Ia pun mengungkit kerumunan massa putra Presiden Joko Widodo, Gibran Rakabuming Raka saat mendaftarkan diri sebagai calon wali kota Solo. Juga pelanggaran yang dilakukan oleh menantu Jokowi, Bobby Nasution, yang dinilai melanggar protokol kesehatan dan aturan Pilkada Serentak 2020 pada hari pertama masa kampanye, Sabtu (26/9/2020).

Aziz mempertanyakan kenapa saat itu pemerintah tidak melakukan penindakan serius seperti pemanggilan para pihak dalam kasus kerumunan Rizieq.

“Di Solo tidak ada wali kota dipanggil, padahal kerumunan melanggar protokol kesehatan. Di Surabaya juga tidak ada Gubernur Jatim yang dipanggil, padahal waktu konvoi September lalu Eri Cahyadi melakukan kerumunan dan melanggar protokol kesehatan,” ungkap Aziz.

Baca juga :  Apresiasi Karya Jurnalistik Isu Gender, AJI Makassar Gelar 'Jurnalis Award

Kendati demikian, Aziz enggan mengomentari tagar #Anies4PresidenRI2024. Ia hanya menegaskan unggahan itu hanya untuk menunjukkan dukungan kepada Anies yang dinilai mendapat ketidakadilan.

Anies, berdasarkan hasil survei Populi Center pada 21-30 Oktober lalu di 100 kabupaten/kota, menempati urutan ketiga dalam bursa calon presiden 2024. Elektabilitas Anies berdasarkan survei tersebut sebesar 9,5 persen.

Mantan Mendikbud itu kalah dari Prabowo Subianto yang berada di urutan teratas dengan elektabilitas 18, 3 persen. Kemudian urutan kedua Gubernur Jawa Tengah Ganjar Pranowo dengan elektabilitas 9,9 persen.

Sebelumnya, Rizieq Shihab menggelar kegiatan Maulid Nabi Muhammad SAW dan pernikahan putrinya, Najwa Shihab, di kediamannya kawasan Petamburan, Jakarta Pusat pada Sabtu (14/11/2020) malam. Kerumunan massa ini dikecam karena mengabaikan protokol kesehatan dan tanpa menjaga jarak.

Pemprov DKI Jakarta kemudian menjatuhkan sanksi denda Rp50 juta kepada Rizieq Shihab. Pemprov menyatakan Rizieq melanggar dua Peraturan Gubernur DKI Jakarta sekaligus, yakni Pergub Nomor 79 Tahun 2020 tentang Penerapan Disiplin dan Penegakan Hukum Protokol Kesehatan sebagai Upaya Pencegahan dan Pengendalian Covid-19 serta Pergub Nomor 80 Tahun 2020 tentang Pelaksanaan PSBB Transisi.

Selain itu, Ditreskrimum Polda Metro Jaya telah melakukan pemeriksaan kepada Anies. Dalam hal ini, Anies mengaku sudah menjawab seluruh pertanyaan pihak Polda Metro Jaya. Mantan Menteri Pendidikan dan Kebudayaan itu enggan mengungkap lebih lanjut materi klasifikasi tersebut.

“Saya tadi telah selesai memenuhi undangan untuk memberikan klarifikasi dan proses berjalan dengan baik, ada 33 pertanyaan yang tadi disampaikan, menjadi sebuah laporan sepanjang 23 halaman,” ujar Anies usai diperiksa.

Merespons pemanggilan Anies, Presidium Koalisi Aksi Menyelamatkan Indonesia (KAMI) Din Syamsuddin menilai pemanggilan itu tak wajar dan bernuansa politik alih-alih menjalankan proses penegakan hukum.

Din menyatakan pemanggilan tersebut sebagai sebuah drama dalam proses penegakan hukum oleh kepolisian di Indonesia. Sebab, baru kali ini terjadi institusi Polda memanggil seorang gubernur yang berstatus sebagai mitra kerja di daerah hanya untuk kepentingan klarifikasi.

Sementara itu, polisi menyatakan Selain Anies ada beberapa pejabat lain yang turut diperiksa menyusul kerumunan di acara Rizieq Shihab. Pemeriksaan tersebut merupakan tahap pertama dari proses penyelidikan.

Selain Anies, ada delapan orang lain yang turut dimintai klarifikasi, yakni Wali Kota Jakarta Pusat, Kepala Biro Hukum DKI Jakarta, Kepala Kantor Urusan Agama (KUA) Tanah Abang, Camat Tanah Abang, Ketua RT, Ketua RW, Kepala Satpol PP serta Bhabinkamtibmas.

cnn

To Top
Do NOT follow this link or you will be banned from the site!
Social Media Auto Publish Powered By : XYZScripts.com