Nasional

Gojek Ungkap Ratusan Ribu UMKM Bertransformasi ke Digital Gegara Pandemi

Ilustrasi

JAKARTA, EDUNEWS.ID – Perusahaan teknologi yang melayani jasa angkutan, Gojek mengungkapkan terdapat sekitar 100 ribu mitra UMKM-nya yang bertransformasi ke ranah digital atau go online selama kondisi pandemi COVID-19.

“Kami melihat para pelaku UMKM Indonesia betul-betul lincah dan mampu bergerak cepat, hanya dalam empat bulan sekitar 100 ribu mitra UMKM bertransformasi ke ranah digital atau go online dengan menggunakan platform Gojek,” kata Head of Merchant Platform Business Gojek, Novi Tandjung dalam diskusi daring di Jakarta, Kamis.

Menurut Novi, kondisi pandemi telah mengubah aktivitas dan kegiatan sehari-hari. Namun, perubahan itu sudah tidak terhindarkan lagi, maka dari itu semua pelaku usaha perlu beradaptasi dengan situasi dengan menerapkan protokol kesehatan secara ketat, menjaga jarak dan sebagainya.

Baca juga :  Hadapi Normal Baru, Ekonom Sarankan Pelaku UMKM Jalankan Dua Strategi

Selain itu, lanjut dia, Gojek melakukan studi terhadap para mitra UMKM-nya untuk memahami bagaimana dampak pandemi ini terhadap mereka.

“Kami mendapati bahwa para mitra UMKM memang mengalami kesulitan dalam kondisi pandemi COVID-19, tapi sekitar 82 persen merasa optimistis bahwa mereka yakin dapat bertahan dan kembali bangkit dalam enam bulan ke depan,” jelas Novi.

Dia mengatakan bahwa para mitra UMKM baik yang kecil maupun yang besar ternyata memiliki mentalitas bertahan dan optimistis yang sangat tinggi sehingga memberikan semangat kepada Gojek.

Advertisement

“Ketika kami berupaya menggali lebih dalam terkait bagaimana upaya para pelaku UMKM ini untuk bertahan di tengah pandemi COVID-19, lima dari 10 mitra UMKM tidak mengubah produk mereka tetapi lebih banyak memberikan variasi penawaran dan promosi dalam mengelola permintaan konsumen,” tutur Head of Merchant Platform Business Gojek tersebut.

Sedangkan sebagian mitra UMKM lainnya melakukan penyesuaian atau pivoting produk dan bisnis mereka, agar tetap bertahan menjalani kondisi pandemi.

Dalam paparannya, Novi juga mengungkapkan bahwa terdapat perubahan perilaku konsumen yang lebih cenderung mengandalkan transaksi via daring akibat pandemi COVID-19.

Layanan transaksi GoFood meningkat tiga kali lipat, hal serupa juga terjadi pada layanan transaksi GoMart yang mengalami kenaikan tiga kali lipat.

Sedangkan layanan pengiriman barang GoSend mengalami kenaikan hampir 90 persen, dan layanan pembayaran digital GoPay semakin tumbuh sebagai opsi pembayaran nontunai dan daring konsumen pada masa COVID-19.

 

 

ant

Edunews.

Kirim Berita via: [email protected]/[email protected]
Iklan Silahkan Hub 085242131678

Copyright © 2016-2019 Edunews.ID

To Top
Do NOT follow this link or you will be banned from the site!
Social Media Auto Publish Powered By : XYZScripts.com