Nasional

Guru Jangan Beri Label “Malas” atau “Bodoh” pada Siswa

EDUNEWS.ID –  Jack Ma pendiri Alibaba dalam forum OECD di Paris Perancis (5/12/2019) menyarankan agar negara-negara anggota OECD lebih memerhatikan dan memfokuskan investasi pendidikan pada guru dan pendidikan anak usia dini (PAUD).

Apa yang disampaikan Jack Ma ini bukan tanpa alasan.

Jack Ma menyarankan berinvestasi lebih banyak pada pendidikan anak usia dini (PAUD), ketika anak-anak membangun keterampilan dan nilai-nilai kehidupan dan bukan di universitas, ketika nilai sudah ditetapkan.

“Tolong letakkan lebih banyak investasi (sumber daya) di depan dan bukan di belakang,” jelasnya.

Jack Ma memandang PAUD dan sekolah dasar memiliki pengaruh luar biasa dalam membentuk anak-anak.

“Masa emas” 5 tahun pertama

Nurfaidah, guru di SDN 131 Kota Jambi memiliki pendapat yang sama dengan apa yang disampaikan Jack Ma.

Baca juga :  Logo Salib dalam Acara Ramadhan TVRI, MUI : Itu Disengaja

“Masa usia PAUD adalah masa emas anak dimana masa lima tahun pertama usia anak adalah masa kritis. Masa ini merupakan masa yang menjadi basis, landasan, dan fondasi berbagai aspek perkembangan,” tutur Nurfaidah.

Fasilitator dari Program Pintar Tanoto Foundation ini menyampaikan masa golden age menjadi masa penting bagi anak di masa-masa awal hidupnya di dunia.

Ia menjelaskan masa golden age adalah usia anak ketika mereka berumur 0 sampai dengan 5 tahun. Usia tersebut berada pada perkembangan terbaik untuk fisik dan otak anak.

“Sebenarnya semua masa tumbuh kembang anak adalah penting, namun pada masa PAUD inilah pengalaman-pengalaman pertama di kehidupan seorang anak terekam kuat,” ucapnya.

Advertisement

Itulah mengapa, lanjut Nurfaidah, pada usia anak di PAUD merupakan “investasi” terbaik sebagai penanaman karakter dan nilai-nilai kehidupan memiliki pengaruh yang luar biasa.

Masa pembentukan karakter

Misalnya saja hal sederhana, di PAUD anak-anak diajarkan berdoa sebelum makan, hingga mereka besar kebiasaan ini akan terus dilakukan dengan tanpa sadar.

“Bahkan mereka terkadang mengingatkan kita orang-orang dewasa melakukannya saat kita bahkan lupa mengucapkan “bismillah” ketika akan minum atau makan,” ujarnya.

Begitupun kebalikannya, saat mereka dimasa ini merekam suatu hal negatif.

Misalkan saja pelabelan buruk dari guru berupa sebutan “malas”, “bodoh”, “nakal” maka ucapan itupun akan terekam dengan mereka dan tanpa sadar membentuk karakter mereka serta menciptakan luka batin tersendiri.

Adapun pada usia sekolah dasar, penanaman nilai-nilai kehidupan ini berupa pendisiplinan, pembiasaan dan mengarahkan.

Sebagai contoh penanaman karakter bekerja sama yang sekarang sering dilakukan ketika pembelajaran di kelas saat melakukan diskusi (komunikasi dari aspek MIKiR),menjadi ngefek bagi mereka karena terbiasa dengan bekerja sama.

 

 

kmp

To Top
Do NOT follow this link or you will be banned from the site!
Social Media Auto Publish Powered By : XYZScripts.com