Nasional

Insentif Tenaga Kesehatan Batal Dipangkas

Perawat Pasien Covid-19/Ilustrasi

JAKARTA, EDUNEWS.ID – Pemerintah melalui Kementerian Keuangan (Kemenkeu) batal memangkas insentif tenaga medis dan tetap akan melanjutkan pemberian insentif nakes di tahun 2021.

Besaran insentif tersebut sama seperti yang disalurkan pada tahun 2020. Hal tersebut menjadai kabar gembira untuk para tenaga kesehatan (nakes) tanah air

Keputusan pemerintah ini diambil usai beredarnya surat Menteri Keuangan Nomor S-665/MK.02/2021 tentang permohonan perpanjangan pembayaran insentif bulanan dan santunan kematian bagi tenaga kesehatan dan peserta PPDS (Program Pendidikan Dokter Spesialis) yang menangani COVID-19.

Dalam surat tersebut, pemerintah memangkas besaran insentif nakes di tahun 2021. Namun, hal tersebut dibantah oleh Kementerian Keuangan. Instansi yang dipimpin Sri Mulyani Indrawati ini mengaku besaran insentif tersebut masih difinalisasi dan dikoordinasikan dengan Kementerian Kesehatan.

Setelah ramai diperbincangkan, akhirnya besaran insentif nakes pada tahun 2021 tak jadi dipotong atau besarannya sama seperti yang diberikan pada tahun 2020.

Hal itu diungkapkan oleh Dirjen Anggaran Kementerian Keuangan Askolani dalam press statement mengenai penjelasan insentif tenaga kesehatan yang digelar via virtual, Kamis (4/2/2021).

“Kami tegaskan di 2021 yang sudah berjalan 2 bulan, bahwa insentif untuk nakes diberikan tetap sama dengan tahun 2020,” ujar Askolani.

Dengan penetapan tersebut, Askolani menyebut pihak Kementerian keuangan akan terus berkoordinasi dengan Kementerian Kesehatan untuk membahas mengenai anggaran kesehatan secara menyeluruh di tahun 2021.

Dengan keputusan tersebut, maka besaran insentif nakes seperti yang diberikan tahun 2020, yaitu dokter spesialis sebesar Rp 15 juta per bulan, dokter umum dan dokter gigi sebesar Rp 10 juta per bulan, bidan dan perawat sebesar Rp 7,5 juta per bulan, tenaga kesehatan lainnya sebesar Rp 5 juta per bulan. Sedangkan untuk santunan meninggal sebesar Rp 300 juta.

Sebelumnya, khalayak sempat dihebohkan dengan beredarnya surat Menteri Keuangan Nomor S-665/MK.02/2021. Besaran insentif nakes yang tertuang dalam surat kepada dokter spesialis sebesar Rp 7,5 juta per orang per bulan, peserta PPDS sebesar Rp 6,25 juta per orang per bulan, dokter umum dan gigi sebesar Rp 5 juta per orang per bulan, bidan dan perawat sebesar Rp 3,75 juta per orang per bulan , tenaga kesehatan lainnya sebesar Rp 2,5 juta per orang per bulan. Sedangkan santunan kematian sebesar Rp 300 juta per orang.

“Pelaksanaan atas satuan biaya tersebut agar dapat memperhatikan hal-hal berikut, satuan biaya tersebut merupakan batas tertinggi yang tidak dapat dilampaui, agar tetap memperhatikan prinsip-prinsip pengelolaan keuangan negara yaitu akuntabilitas, efektif, efisien dengan memperhatikan rasa keadilan dan kepatutan,” tulis surat tersebut.

Masih berdasarkan surat Menteri Keuangan Nomor S-665/MK.02/2021, pemberian insentif nakes ini berlaku mulai bulan Januari 2021 sampai dengan bulan Desember 2021 dan dapat diperpanjang kembali jika ada kebijakan baru terkait penanganan pandemi COVID-19. Insentif ini hanya berlaku untuk nakes di daerah yang masuk darurat pandemi dan melakukan tugas penanganan COVID-19.

dtk

To Top
Social Media Auto Publish Powered By : XYZScripts.com