Nasional

Jasad Tan Malaka akan Dipindahkan

PADANG, EDUNEWS.ID – Wakil Bupati Limapuluh Kota, Sumatera Barat Ferizal Ridwan mendatangi makam Tan Malaka di Desa Selopanggung, Kecamatan Semen, Kabupaten Kediri. Pemerintah Kabupaten Limapuluh Kota berencana membawa pulang jasad Tan Malaka untuk dikebumikan di kampung halamannya.

“Kami datang untuk menjemput Datuk kami yang hilang,” kata Ferizal di kediaman pengasuh Pondok Pesantren Lirboyo KH Abdul Muid seusai mengunjungi makam Tan Malaka di Kediri, Kamis (17/11/2016).

Setelah sekian lama makam tokoh sosialis yang mendapat gelar pahlawan nasional ini terbengkalai di lereng Gunung Wilis, Kabupaten Kediri, pemerintah akhirnya turun tangan. Bukan Kementerian Sosial ataupun Pemerintah Kabupaten Kediri, namun Pemerintah Kabupaten Limapuluh Kota yang tergerak untuk merawat dan memperlakukan jasad Tan Malaka sebagai orang terhormat.

Baca juga :  Takut Rapid Test, Warga se-Kampung Kabur

Kedatangan Ferizal yang didampingi perwakilan keluarga Tan Malaka serta sejumlah pegiat Tan Malaka Institut ini mengejutkan masyarakat di sekitar makam. Mereka tak menduga adanya kunjungan pemerintah ke makam itu. Bahkan Pemerintah Kabupaten Kediri pun tak pernah mengakui bahwa jasad di dalam makam itu sebagai Tan Malaka.

Ferizal menjelaskan, Pemerintah Kabupaten Limapuluh Kota meyakini jika jasad itu Tan Malaka. Bahkan jauh sebelum kedatangannya ke Kediri hari ini, pemerintahnya telah menelusuri sejarah dan bukti empiris sebelum memutuskan meyakini dan membawa pulang jasad Tan Malaka ke kampung halamannya.

Pemerintah Kabupaten Limapuluh Kota juga telah membicarakannya dengan Kementerian Sosial mengenai rencana pemindahan serta berencana berkoordinasi dengan Pemerintah Kabupaten Kediri sebagai pemegang otoritas wilayah.

Baca juga :  Jokowi Digugat Warga Soal Penanganan Corona, Istana: Biar Diputuskan di Pengadilan

“Mudah-mudahan Pemerintah Kediri mau bekerjasama dengan kami,” kata Ferizal.

Proses pelepasan jasad dari Pemerintah Kabupaten Kediri ditargetkan tuntas pada 21 Februari 2017. Selanjutnya Pemerintah Kabupaten Limapuluh Kota akan membawa pulang jasad Tan Malaka melalui perjalanan darat melintasi kota-kota menuju kampung kelahirannya di Sumatera Barat.

Upacara adat juga telah dipersiapkan untuk menyambut kedatangan jasad sebelum dikebumikan di kompleks rumah kelahirannya, Nagari Pandam Gadang, Suliki. Upacara adat ini dilakukan untuk menghormati Tan Malaka sebagai pemangku adat Minangkabau.

Salah seorang penggagas Tan Malaka Institute yang turut mendampingi Ferizal Ridwan, mengaku sedih melihat kondisi makam di Desa Selopanggung itu. Dia melihat negara sengaja mengisolir Desa Selopanggung, lokasi makam Tan Malaka agar tak diketahui oleh masyarakat luas. Hal ini tampak dari sulitnya akses jalan menuju makam yang nyaris tak tersentuh pembangunan.

Baca juga :  Ada-ada Saja, Mayat ini Enggak Jadi Dikubur Malah Disita, Lho Kok?

Sebagai warga Minangkabau yang juga pelestari ajaran Tan Malaka, Habib berharap semua pihak khususnya masyarakat Kediri ikhlas melepaskan jasad Tan Malaka dibawa pulang ke Sumatera Barat. Dia juga menyampaikan rasa hormat kepada masyarakat Desa Selopanggung yang selama ini merawat dan mendoakan makam itu sebagaimana leluhur mereka.
[Tempo]

Edunews.

Kirim Berita via: [email protected]/[email protected]
Iklan Silahkan Hub 085242131678

Copyright © 2016-2019 Edunews.ID

To Top