Nasional

Kasus Hukum Istri Eks Dandim Kendari akan Ditangani Polisi

KENDARI, EDUNEWS.ID – Pangdam Hasanuddin Mayjen Surawahadi menyerahkan pengusutan dugaan pelanggaran pidana dalam posting-an istri mantan Dandim KendariKolonel Hendi Suhendi ke polisi. Dia mengimbau para prajurit mengingatkan anggota keluarganya bijak menggunakan teknologi.

“Saya tidak tahu, yang jelas nanti kan yang mendalami dari kepolisian, ya. Jadi sekali lagi imbauan untuk istri-istrinya, sekali lagi, kendalikan jarinya masing-masing, jangan mudah juga terpengaruh untuk membuat hal-hal yang istilahnya membuat orang mungkin tersinggung dan sekali lagi dianggap mungkin mencemarkan nama dan lain-lain,” jelas Surawahadi di Kendari, Sulawesi Tenggara, Sabtu (12/10/2019).

Posting-an nyinyir terkait penusukan Menko Polhukam Wiranto tersebut berujung pencopotan Hendi dari jabatannya serta ditahan selama 14 hari. Hukuman yang diberikan itu disebut sudah melalui proses yang diatur dalam undang-undang dan serta peraturan internal terkait disiplin militer.

Baca juga :  Tiga Tahun Jokowi-JK, Indeks Pembangunan Manusia Meningkat?

“Ini karena memang tentara itu sesuai dengan aturannya adalah taat terhadap perintah atasan dengan tidak membantah perintah atau putusan itu sebagaimana di sumpah prajurit di tik ketiga. Kemudian kita juga dasarnya adalah kepada ketentuan, yaitu Undang-Undang Nomor 25 Tahun 2014 bahwasanya di Pasal 8 ayat A tentang ketaatan itu juga yang harus kita penuhi dan di Pasal 9,” katanya.

Surawahadi menyatakan juga sudah menyampaikan STR yang berisi perintah agar prajurit dan keluarganya tidak membuat posting-an yang bisa dianggap hoax ataupun provokasi. Dia berharap kejadian ini menjadi pelajaran bagi semua pihak.

“Iya, sudah ada, bahkan saya pun sudah sampaikan di STR saya. Perintah saya itu STR Nomor 9, kemudian tanggal 9 Januari 2019 ada di poin 2 itu saya perintahkan juga termasuk keluarganya supaya diingatkan untuk tidak membuat yang hoax, membuat provokatif dan lainnya. Sekali lagi itulah yang saya lakukan. Sekali lagi kita antisipasi dan mudah-mudahan ini terakhir kalinya untuk anak buah saya dan khususnya di Kodam XIV Hasanuddin untuk dijadikan pelajaran semua. Jangan ada lagi yang serupa dengan ini,” tuturnya.

Baca juga :  BPN Prabowo-Sandi Akan Terima Apapun Putusan MK

Pencopotan Hendi ini diumumkan oleh KSAD Jenderal Andika Perkasa. Sanksi tersebut diberikan gara-gara cuitan istri Hendi soal penusukan Wiranto. Hendi juga bakal ditahan selama 14 hari.

Hendi sudah resmi dicopot dari jabatannya dan digantikan oleh Kolonel Inf Alamsyah. Upacara pencopotan itu digelar di Aula Sudirman Makorem 143 Halu Oleo, Sabtu (12/10/2019). Setelah pencopotan Hendi, jabatan Dandim Kendari langsung diserahkan ke Alamsyah dalam upacara serah-terima jabatan di lokasi yang sama.

Istri Hendi pun disebut bakal diproses lewat peradilan umum karena diduga melanggar UU ITE.

“Melanggar UU ITE Nomor 19 Tahun 2016 yang diperbarui dari UU Nomor 11 Tahun 2008. Otomatis peradilannya peradilan umum karena istrinya bukan militer, maka berlaku undang-undang ini,” ujar Kapendam XIV Hasanuddin, Kolonel Inf Maskun Nafik, Jumat (11/10/2019).

Baca juga :  Debat Capres, Dua Kubu Sesalkan Sikap Moderator

dtk

Facebook Comments

Edunews.

Kirim Berita via: redaksi@edunews.id/redaksiedunews@gmail.com
Iklan Silahkan Hub 085242131678

Copyright © 2016-2019 Edunews.ID

To Top
Do NOT follow this link or you will be banned from the site!