Nasional

Ketua Sama, Partai Parkindo 1945 berbeda dengan Ormas Parkindo

MAKASSAR, EDUNEWS.ID-Mantan Pengurus DPP dan DPD Parkindo Sulsel, Edward Tanari memberikan tanggapan terkait Kongres Luar Biasa Partai Parkindo 1945 yang menetapkan ibu Alida Lampe Guyer sebagai Ketua Ormas Parkindo 2015 – 2020.

Mantan Sekjen DPP Parkindo 2000-2015 ini menjelaskan bahwa Parkindo adalah ormas, partisipasi bukan partai yang merupakan kelanjutan pelayanan umat Kristen di bidang sosial kemasyarakatan setelah Parkindo (Partai) menyalurkan aspirasi politiknya melalui Fusi pada era Orde Baru. Jadi fungsi Politik Parkindo awal itu sudah tersalurkan di PDI kemudian lanjut jadi PDI Perjuangan (bisa dibaca di Pembukaan AD/ART PDI Perjuangan).

“Partai Kristen Indonesia (Parkindo) masa Orla itu sdh Fusi dgn 4 Partai lainnya (PNI, Murba, Partai Katolik dan PPKI) menjadi PDI dan kini PDI Perjuangan. Parkindo (Partai yang lama ini) tidak pakai embel2 45. Partai Parkindo 45 itu lahir pasca Reformasi.” ungkap Edward Tanari (Sekjen Parkindo periode 2000-2005, Pembina Parkindo Sulsel), dalam keterangan yang diterima edunews, Jumat (16/10/2020).

Baca juga :  Pasien BPJS Kesehatan Layangkan Protes

Ia menjelaskan, jika sebelumnya Parkindo 45 (Partai) itu sudah pernah ikut Pemilu 2004 yang lalu tapi gagal. Ketua Umum nya dulu Pdt. J. Pattiasina mantan Sekum PGI. Kongres Luar Biasa Parkindo 45 tidak ada hubungannya dengan ormas Parkindo, karena Parkindo 45 sempat mati suri pasca kegagalan di Pemilu 2004 sebelumnyha. Sehingga sudah sangat jelas bahwa Ormas Parkindo berbeda dengan Partai Parkindo 1945.

“Jadi Partisipasi Kristen Indonesia (Ormas Parkindo) dan Partai Parkindo 45 tidak ada kaitan historis jika merunut sejarah” lanjut bung Edu

Seperti yang diketahui, bahwa Ormas Parkindo lahir dari pertemuan tahunan yang diadakan Yayasan Komunikasi. Yayasan ini dibentuk oleh Partai Kristen Indonesia tahun 1969 untuk menangani permasalahan di luar politik Praktis.

Baca juga :  Tingkatkan Kompetensi Guru, Mendikbud Jalin Kerjasama Dengan LPTK

Berbeda dengan sejumlah partai Islam, seperti Perti, PSSI, NU, dan Parmusi yang setelah berfusi ke PPP kemudian menjadi ormas, Parkindo baru muncul belakangan, pada tahun 1991 yakni 20 tahun setelah berfusi 1973.

Sejak berdiri pada 29 November 1993, Lembaga Keumatan Ormas Parkindo baru menyelenggarakan Munas 4 kali.

Pada Munas ke – I tahun 1995 memiliki ketua Umum Sabam Sirait dan Sekjen Supardan, pada Munas ke – II tahun 2000 memiliki ketua umum Marojahan Doloksaribu dengan Sekjen Edward Tanari, pada Munas ke – III tahun 2005 memiliki ketua umum Saut Sirait dengan Sekjen Jeiry Sumampouw.

Advertisement

Pada Pengurusan Periode ke-3 yang seharusnya selesai pada 2010, tertunda Musyawarah Nasional (Munas) nya selama 5 tahun, sehingga baru dapat dilaksanakan pada bulan Agustus 2015. Pada Pengurusan Periode ke-4 memiliki ketua umum Alida Lampe Guyer dan sekjen Ernest Kuhuparouw.

Selama periode pengurusan 2015 – 2020, dilakukan konsolidasi organisasi, pembentukan, dan mengaktifkan DPD yang sudah lama vakum. Hasilnya hanya dua DPD yang berhasil melaksanakan Musyawarah daerah, yakni DPD Kalimantan Selatan pada 25 November 2017 dan DPD Sulawesi Selatan 19 – 20 Januari 2018. DPC yang berhasil melaksanakan musyawarah cabang sendiri masih sedikit (di bawah 10 cabang).

Saat ini telah beredar informasi bahwa telah terbentuk sebuah partai yakni Parkindo 1945, Eliyah Acantha M Sampetoding sebagai sekertaris Dewan Pimpinan Daerah Partisipasi Kristen Indonesia Sulawesi Selatan (DPD PARKINDO SULSEL) menyatakan bahwa DPD Parkindo Sulsel adalah ormas, bukanlah partai.

“Ada beberapa pengurus dan pembina tingkatan DPD dan DPC adalah pns, pegawai bumn, guru, dosen dan pendeta gereja yang tentunya tidak terjun ke politik praktis termasuk saya sendiri. Sebagai ormas Kristiani, ya Kita bergabung dengan Parkindo untuk partisipasi sebuah bidang pelayanan sosial.” ungkap Eliyah.

Eliyah menjelaskan hal yang sama dengan pendapat Edward Tanari, bahwa Ormas Parkindo berbeda dengan Partai Parkindo 1945 yang baru didirikan pada tahun 2020.

Sehingga Ormas Parkindo setiap 5 tahun sesuai kalender organisasi harus melaksanakan MUNAS, MUNAS sebelumnya dilaksanakan pada Agustus 2015, sehingga sudah seharusnya PARKINDO melaksanakan MUNAS pada tahun 2020 lanjutnya.

“Saya sudah diskusi dengan DPP Parkindo, bahwa Parkindo akan melaksanakan MUNAS dalam waktu dekat ini, dan ditargetkan pada tahun 2020 bisa dilaksanakan” lanjutnya.

Eliyah menambahkan bahwa sudah saat nya Ormas Parkindo mengikuti era teknologi, MUNAS dan RAKERNAS bisa didorong secara daring (melalui teknologi). Sehingga, DPD Parkindo Sulsel maupun DPC yang berada di provinsi Sulawesi Selatan mendorong agar Musyawarah Nasional (MUNAS) PARKINDO segera dilaksanakan tahun 2020 ini sesuai agenda periodik organisasi 5 tahunan. (rls/Ach)

To Top
Do NOT follow this link or you will be banned from the site!
Social Media Auto Publish Powered By : XYZScripts.com