Nasional

Lebaran Dimasa Corona, Peziarah di TPU Sepi

JAKARTA, EDUNEWS.ID – Peziarah saat Hari Raya Idulfitri di Tempat Pemakaman Umum (TPU) Pondok Rangon, Jakarta Timur, relatif sepi dibandingkan tahun-tahun sebelumnya.

“Sepi kalau dibanding tahun-tahun sebelumnya,” kata salah satu penjaga kubur, Raka (29), saat ditemui di lokasi, Minggu (24/5/2020).

Raka menduga sepinya kunjungan di TPU Pondok Rangon dikarenakan pandemi virus corona (covid-19).

“Ya semenjak corona ada juga memang sepi yang ziarah,” lanjut dia.

Berdasarkan pantauan CNNindonesia.com, sejak pukul 07.45 WIB hanya beberapa blok kuburan yang dikunjungi peziarah. Sementara, blok lainnya sama sekali tidak terlihat peziarah.

Para peziarah yang berkunjung terlihat sudah mematuhi protokol kesehatan di tengah pandemi corona. Mereka datang memakai masker.

Namun, beberapa di antara peziarah yang berjumlah 5-7 orang seolah-olah tidak mengindahkan protokol kesehatan jaga jarak.

Baca juga :  Said Aqil Dinilai Pantas jadi Menteri Agama

Pemandangan serupa tampak di TPU Perwira, Bekasi Utara. TPU ini tak seramai tahun-tahun sebelumnya.

“Tahun ini mah sepi sekali semenjak corona, dari kemarin juga tidak terlalu ramai orang yang akan ziarah,” tutur seorang juru makam yang enggan disebutkan namanya.

Apalagi, lokasi pemakaman TPU Perwira merupakan bagian dari zona merah penyebaran covid-19 di wilayah Bekasi. Ini juga dapat menjadi salah satu alasan sepinya pengunjung saat Lebaran.

Selain itu, terdapat juga kebijakan pembatasan sosial berskala besar (PSBB) yang mungkin membuat warga enggan keluar rumah.

Ia bercerita, situasi di TPU saat lebaran biasanya dipadati oleh warga untuk ziarah. Bahkan, akses keluar-masuk pemakaman seringkali menjadi biang macet karena dipadati oleh kendaraan roda dua yang mengular hingga keluar lokasi pemakaman.

Baca juga :  Pemilu 2019, Moeldoko: Kita Semuanya Harus Menghormati Situasi

Jika tidak ada wabah covid-19, bukan tidak mungkin situasi pemakaman dapat menjadi lebih ramai dari tahun-tahun sebelumnya saat lebaran ini. Hal itu lantaran, pengelola TPU baru saja menambah dua blok baru dengan luas hampir 1 hektare (ha).

“Sudah penuh (blok baru), padahal baru sekitar enam bulan ditambah. Seharusnya, lebih banyak pengunjung,” tutur dia.

Pantauan CNNIndonesia.com di lokasi, hingga siang hari sekitar pukul 10.00 WIB memang terlihat arus lalu lintas di dalam pemakaman relatif ramai lancar.

Kebanyakan warga yang datang melakukan ziarah di blok khusus umat muslim di TPU ini. Beberapa di antara mereka terlihat masih mengenakan pakaian-pakaian khas lebaran, seperti baju koko ataupun gamis. Meski demikian, banyak juga makam yang lowong dan tidak dikunjungi.

Baca juga :  Wow, Jikalahari Beberkan Indikasi Korupsi pada Draft RTRWP Riau 2016-2035

Sebelumnya, Wakil Ketua Umum Majelis Ulama Indonesia (MUI) Zainut Tauhid Sa’adi meminta umat muslim untuk meniadakan ziarah kubur yang biasa dilakukan menjelang Idulfitri dan selama ramadan.

Ia menjelaskan tindakan itu merupakan upaya terbaik untuk menghindari penularan virus corona. Masyarakat pun diminta dia untuk mendoakan mendiang keluarga ataupun kerabat dari rumah.

“Mengingat pandemi covid-19 sampai dengan bulan ramadan kemungkinan besar belum mereda, sebaiknya agenda ziarah kubur ditiadakan dan diganti dengan berdoa dari rumahnya masing-masing. Insyaallah nilai pahalanya tidak berkurang sedikit pun,” ujar Zainut dalam pesan tertulis.

cnn

Click to comment

You must be logged in to post a comment Login

Leave a Reply

Edunews.

Kirim Berita via: [email protected]/[email protected]
Iklan Silahkan Hub 085242131678

Copyright © 2016-2019 Edunews.ID

To Top
Do NOT follow this link or you will be banned from the site!
Social Media Auto Publish Powered By : XYZScripts.com