Nasional

Masuk Penjara dan Kalah Pilkada, Mr Kan : Itu Sudah Takdir Ahok

JAKARTA, EDUNEWS.ID – Calon Gubernur Petahana Basuki Tjahaja Purnama alias Ahok kalah telak dalam pertarungan Pilkada DKI Jakarta periode tahun 2017-2022. Selisih kekalahan Ahok itu bahkan sampai 17,96 persen. Tak hanya itu, Ahok juga sudah divonis dua tahun penjara oleh majelis hakim Pengadilan Negeri Jakarta Utara.

Ahok terbukti melakukan penistaan agama sesuai KUHP pasal 156a huruf a. Ahok yang semula ditahan di Lapas Cipinang, dipindahkan ke Rutan Mako Brimob Kelapa Dua Depok dengan alasan keamanan.

“Ahok juga masih ajukan banding ke pengadilan tinggi DKI,” jelas Koordinator Jaringan Anti Kejahatan (JAK), Kan Hiung kepada edunews.id, Jum’at (19/5/2017).

Kan mengatakan semua itu bisa terjadi karena takdir-Nya. Ahok kena karmannya sendiri. Tuhan telah membuka mata kita semua menjadi terang benderang. Hanya saja memang sebagian yang lain belum menyadarinya. Untuk menyadari semua ini perlu kita ketahui, tanpa kehendak-Nya semua tidak akan bisa terjadi. Kan mengajak kepada pendukung Ahok yang masih teriak-teriak untuk segera berhenti memutarbalikan fakta.

Baca juga :  Polri Sebut Buni Yani Berpotensi Jadi Tersangka

“Kita sebagai manusia tidak boleh melawan takdir yang sudah digariskan Tuhan. Belum puas pada permasalahan hukum, ya dengan jalur hukum. Jangan tempuh dengan menggelar aksi yang berpotensi menciptakan kegaduhan,” kesal Kan.

Advertisement

Kan menuturkan, dibalik aksi kirim karangan bunga, lilin, dan balon pasti ada aktor yang menungganginya demi kepentingan politik dan mempertahankan elektabilitasnya. Tak hanya didalam negeri, aksi pendukung Ahok seperti di Singapura juga membuat pihak kepolisian disana ‘gerah’. Bahkan, kepolisian Singapura mengeluarkan ultimatum akan mencabut visa bagi peserta pendukung Ahok yang lakukan aksi unjuk rasa dengan gaya tidak karuan.

“Dalam hal ini saya mengamati kepolisian Singapura sangat jelih dan tepat sekali dalam melakukan tindakkan. Saya pernah tinggal di Singapura. Pergi pulang Singapura Indonesia selama satu tahun lebih. Kepolisian di Singapura memang sangat terkenal luar biasa tegasnya,” ujar pria yang biasa dipanggil Mr Kan itu.

Kan mengutip sebuah pepatah ‘dimana bumi dipijak disitu langit dijunjung’.  Artinya, Kan mengingatkan kepada semua pendukung Ahok untuk mentaati peraturan yang berlaku dimanapun kita berada.

“Sudahlah, kita sudahi semua ini. Mari kita berdoa bersama-sama untuk Indonesia yang lebih baik, damai, dan tentram. Itu semua demi kemajuan Indonesia,” pungkasnya.

EDUNEWS.ID

To Top
Do NOT follow this link or you will be banned from the site!
Social Media Auto Publish Powered By : XYZScripts.com