Nasional

Mendagri : Radikalisme Ancam Pancasila

 

 

 

YOGYAKARTA, EDUNEWS.ID – Pancasila menghadapi berbagai tan­tangan yang cukup berat di tengah era globalisasi dan derasnya arus informasi. Radikalisme dan terorisme merupakan dua hal yang menjadi ancaman utama bagi Pancasila dan kebinekaan Indonesia.

“Tantangan radikalisme serta terorisme perlu kita cermati. Ini adalah ancaman paling utama,” kata Menteri Dalam Negeri (Mendagri), Tjahjo Kumolo, dalam Seminar Pancasila dan Kebinekaan, di Balai Senat Universitas Gadjah Mada (UGM), Yogyakarta, Senin (6/11/2017).

Kondisi saat ini, tambah Mendagri, menunjukkan menurunnya toleransi antar suku, antar ras, antaragama dan golongan serta perilaku yang tidak sesuai dengan nilai-nilai Pancasila.

Untuk mengatasinya, seluruh elemen masya­rakat hendaknya dapat turut terlibat dalam menguatkan ideologi Pancasila dan mengaktualisasikannya di tingkat masyarakat untuk melawan nilai-nilai yang mengancam keutuhan NKRI.

Baca juga :  Pemerintah Tegaskan Dosen yang tidak Akui NKRI Mundur dari PNS

“Kita harus berani menentukan siapa kawan dan siapa lawan, dan mempunyai sikap melawan apa pun yang mau mengacaukan kesatuan dan kebinekaan atau mengubah ideologi bangsa di luar Pancasila,” kata Tjahjo.

Mendagri berharap agar melalui seminar yang dihadiri peserta dari kalangan mahasiswa, akademisi, serta aparat pemerintah ini dapat dihimpun pemikiran-pemikiran yang penting untuk mengatasi masalah bangsa dan kebinekaan.

Advertisement

Ini penting disadari karena kebinekaan menjadi ciri khas bangsa Indonesia untuk mem­persatukan bangsa.

Harus Diresapi

Indonesia, tambah Mendagri, mempunyai kebinekaan sebagai kekuatan pemersatu bangsa. Kebinekaan ini tidak bisa hanya menjadi sem­oyan, tapi harus dihidupkan dan diresapi dalam sanubari rakyat Indonesia.

Mendagri mengatakan per­sebaran gerakan radikalisme dan terorisme perlu dideteksi oleh semua pihak di berbagai daerah, mulai dari tingkat rukun tetangga (RT) dan rukun warga (RW).

“Dari model penanganan radikalisme dan terorisme zaman dahulu, satu saja yang saya adobsi untuk saat ini yakni pemolisian tingkat RT dan RW,” kata Tjahjo.

Menurut Tjahjo, yang di­maksud dengan “pemolisian” di tingkat RT/RW yakni keterlibatan seluruh elemen masyarakat untuk menjaga keamanan di lingkungan masing-masing dengan intensif.

Melaporkan se­tiap ada gelagat atau tindakan yang mengarah pada radikalisme dan terorisme.

Edunews.

Kirim Berita via: [email protected]/[email protected]
Iklan Silahkan Hub 085242131678

Copyright © 2016-2019 Edunews.ID

To Top
Do NOT follow this link or you will be banned from the site!
Social Media Auto Publish Powered By : XYZScripts.com