Nasional

Muhammadiyah Bantah Dukung Gubernur Jatim Gelar Salat Id di Masjid

JAKARTA, EDUNEWS.ID – Sekretaris Umum PP Muhammadiyah membantah kabar Muhamamdiyah Jawa Timur mendukung langkah Gubernur Jatim Khofifah Indar Parawansa mengizinkan gelaran salat Idul Fitri 1441 Hijriah di Masjid Nasional Al Akbar.

Khofifah sebelumnya mengaku telah mengantongi pendapat dari Majelis Ulama Indonesia (MUI) Jatim, Muhammadiyah dan Pengurus Wilayah Nahdlatul Ulama (PWNU) Jatim, untuk menggelar salat Id secara berjemaah di masjid.

“Tidak benar bahwa Muhammadiyah Jawa Timur mendukung keputusan Gubernur Jawa Timur yang mengijinkan Shalat Idul Fitri di Masjid al-Akbar sebagaimana disampaikan oleh Gubernur Jawa Timur,” kata Abdul kepada CNNIndonesia.com, Minggu (17/5/2020).

Ketua Pimpinan Wilayah Muhammadiyah Jawa Timur, M. Saad Ibrahim pun menyatakan pihaknya tidak pernah mendukung kebijakan seperti itu.

Baca juga :  Menteri Jokowi Membenarkan Jakarta Tenggelam 2025

Ia menegaskan Muhammadiyah Jatim tetap melaksanakan kebijakan Pimpinan Pusat yang menggelar shalat Idulfitri di rumah masing-masing.

“Kita tidak menggelar di lapangan,” ucap Saad.

Pimpinan Pusat (PP) Muhammadiyah sendiri telah mengeluarkan Surat Edaran berkaitan dengan ‘Tuntunan Salat Idul Fitri Dalam Kondisi Darurat Pandemi Covid-19’.

Advertisement

Surat Edaran bermomor 04/EDR/I.0/E/2020 tertanggal 14 Mei 2020 itu berisikan agar kegiatan Salat Idulfitri tak digelar di masjid maupun tanah lapang.

Sebelumnya, Khofifah membuka wacana gelaran Idulfitri berjamaah di masjid karena berpegang pada aturan pembatasan sosial berskala besar (PSBB) yang dibuatnya.

Ia mengklaim aturan itu tak memuat pelarangan ibadah di masjid saat pandemi virus corona, melainkan hanya pembatasan.

“Pada posisi seperti ini kembali ke pada peraturan gubernur sesungguhnya pada saat PSBB, ada proses pembatasan, saya ingin menyampaikan pembatasan, bukan pelarangan, bukan penghentian,” tutur Khofifah, kemarin.

Khofifah mengaku telah mengantongi pendapat dari Majelis Ulama Indonesia (MUI) Jatim, Muhammadiyah dan Pengurus Wilayah Nahdlatul Ulama (PWNU) Jatim, untuk menggelar salat Id secara berjemaah di masjid.

“Soal salat Idul Fitri sebetulnya ada surat dari MUI, surat dari Muhammadiyah, ada juga dari PWNU,” ujar dia.

cnn

Edunews.

Kirim Berita via: [email protected]/[email protected]
Iklan Silahkan Hub 085242131678

Copyright © 2016-2019 Edunews.ID

To Top
Do NOT follow this link or you will be banned from the site!
Social Media Auto Publish Powered By : XYZScripts.com