Nasional

Paradigma Baru, Petinggi Shopee Sarankan Mal Mulai Jualan Online Hadapi New Normal

JAKARTA, EDUNEWS.ID – Presiden Komisaris SEA Group, Induk Perusahaan dari Shopee, Pandu P. Sjahrir mengatakan bahwa situasi Normal Baru merupakan peluang emas untuk para start up (bisnis atau usaha rintisan) dan UMKM.

“New normal berarti new reality. Harapan saya dengan new normal ini kita lebih mempunyai empati dan perhatian terhadap kesehatan dan juga lingkungan ,” tutur Pandu dalam keterangannya, yang diterima Antara di Jakarta, Kamis.

Seperti diketahui, pemerintah telah menerbitkan beberapa panduan dalam menghadapi situasi Normal Baru, salah satunya tertuang dalam Keputusan Menteri Kesehatan tentang Panduan Pencegahan dan Pengendalian COVID-19 di Tempat Kerja Perkantoran dan Industri dalam Mendukung Keberlangsungan Usaha pada Situasi Pandemi.

Pandu yang banyak bergelut dalam bidang investasi untuk bisnis rintisan merasa keadaan ini adalah kesempatan emas untuk membuat paradigma baru dalam dunia bisnis rintisan. Menurutnya, usaha rintisan harus mencari solusi di tengah kondisi Normal Baru nantinya.

Baca juga :  Satgas Antipolitik Uang Amankan Tiga Orang Terduga Kasus 'Money Politik'

“Paling simpel adalah beberapa kondisi seperti UMKM yang sekarang harus mulai menjual barangnya melalui e-commerce, pelajar harus mulai terbiasa belajar secara online, kemudian restoran yang sekarang mungkin harus mulai fokus ke urusan food delivery, sehingga harus menggunakan dapur utama atau central kitchen. Semua ini adalah peluang yang harus bisa ditangkap oleh pebisnis,” ucapnya.

Pandu menambahkan, kesempatan untuk dunia bisnis rintisan dan UMKM akan sangat besar karena perubahan perilaku orang dari offline ke online akan makin besar. Dunia perdagangan diyakini akan semakin beralih ke sistem online. Oleh karena itu, menurutnya kesempatan ini harus secara serius digunakan UMKM untuk mempelajari dan beradaptasi dengan sistem tersebut.

“UMKM harus melihat efek-efek langsung dari perilaku konsumen dengan adanya efek PSBB (Pembatasan Sosial Berskala Besar) dan WFH (Bekerja Di Rumah) selama tiga bulan ini. Bisnis itu harus bisa terus merasakan perilaku konsumennya, termasuk efek new normal kepada masyarakat dan pola konsumsinya,” ujar Pandu.

Baca juga :  Penumpang Dilarang Bicara di KRL Selama New Normal

Beberapa bisnis yang menurut Pandu akan mendapat manfaat dari adanya era Normal Baru adalah sektor e-commerce, logistik, cloud kitchen atau dapur kolektif, jasa antar makanan, dan sebagainya.

ant

Edunews.

Kirim Berita via: [email protected]/[email protected]
Iklan Silahkan Hub 085242131678

Copyright © 2016-2019 Edunews.ID

To Top
Do NOT follow this link or you will be banned from the site!
Social Media Auto Publish Powered By : XYZScripts.com