Nasional

Pasien Makin Bertambah, RS Darurat Wisma Atlet Buka Gedung Baru

ilustrasi

JAKARTA, EDUNEWS.ID – Rumah Sakit Darurat (RSD) COVID-19 Wisma Atlet mengoperasikan menara 4 sebagai menara tambahan untuk menampung lebih banyak pasien COVID-19 tanpa gejala untuk kebutuhan isolasi mandiri hingga selesai masa penyembuhan.

Koordinator Rumah Sakit Darurat COVID-19 Mayor Jenderal TNI dr Tugas Ratmono, Sp.S dalam keterangan di Graha BNPB Jakarta melalui telekonfrensi, Senin, menyebutkan penambahan menara 4 yang sudah mulai dioperasikan pada hari ini karena pada tiga menara sebelumnya sudah hampir memenuhi total kapasitas tempat tidur yang tersedia.

Ia menyebutkan menara 6 dan 7 di Wisma Atlet digunakan sebagai ruang perawatan pasien COVID-19 yang memiliki gejala ringan dan sedang. Sementara menara 4 dan 5 digunakan untuk isolasi mandiri pasien COVID-19 tanpa gejala.

Baca juga :  Solidaritas untuk Wapres Jusuf Kalla, Beredar ajakan jadi Tim Advokasi JK

Kondisi saat ini, tempat tidur untuk perawatan pasien COVID-19 dengan gejala di menara 6 dan 7 sudah mencapai 80 persen. Sedangkan kapasitas tempat tidur di menara 5 saat ini sudah mencapai 90 persen.

Advertisement

“Kami sudah siapkan tower 4, saat ini disiapkan 1.546 bed. Dan sejak tadi pagi kami sudah masukan pasien, SDM kesehatan juga sudah siap,” ujarnya.

Ia menyebut satu paviliun di Wisma Atlet bisa digunakan untuk dua hingga tiga tempat tidur untuk pasien COVID-19. Jika seluruh ruangan diisi dengan dua atau bahkan maksimal tiga tempat tidur, kapasitas RSD COVID-19 Wisma Atlet bisa bertambah sekitar 2.000 lebih pasien per menara, atau estimasi total sekitar 8.146 pasien dapat ditampung.

Dijelaskannya bahwa pasien yang bisa dirawat di RSD COVID-19 Wisma Atlet hanyalah bagi mereka yang terbukti positif melalui tes PCR. Sedangkan untuk pasien dengan gejala ringan maupun sedang bisa langsung dirawat, namun bagi pasien COVID-19 tanpa gejala memerlukan surat rekomendasi tambahan.

“Yang masuk tower 4 dan 5 adalah mereka yang sudah testing PCR positif, dan ada surat rekomendasi dari Puskesmas bahwa mereka tidak bisa melakukan isolasi mandiri di rumah,” demikian Tugas Ratmono.

ant

To Top
Do NOT follow this link or you will be banned from the site!
Social Media Auto Publish Powered By : XYZScripts.com