Nasional

Pemerintah Disebut Tak Dengarkan Ilmuwan dalam Buat Kebijakan Tangani Corona

JAKARTA, EDUNEWS.ID – Akademisi Universitas Diponegoro mengomentari terkait kebijakan yang diambil pemerintah pusat selama menghadapi wabah virus Corona (COVID-19) kerap tidak konsisten dan tidak jelas. Kebijakan pemerintah selama ini dinilai mengabaikan masukan para ilmuan.

“Di Indonesia, presiden tidak membully lembaga scientific tapi sama sekali tidak mendengarkan masukan yang diberikan Lembaga Eijkman (Lembaga Biologi Molekuler Eijkman),” kata akademisi Undip, Hana saat diskusi bersama LP3ES secara online, Sabtu (9/5/2020).

Hana menyebut salah satu rencana kebijakan melonggarkan PSBB yang diambil pemerintah tidak berdasarkan basis kurva epidemologis. Menurutnya Indonesia tidak memiliki kurva tersebut.

“Misal tidak ada basis melonggarkan PSBB, karena di Indonesia tidak pernah punya basis kurva epidemologis sebagai sumber mengambil kebijakan,” jelasnya.

Baca juga :  Virus Corona, Berikut Lima Strategi BI ke Perekonomian

Kemudian Hana mengatakan berbagai masukan ilmuan terkait COVID-19 juga tidak dihiraukan oleh pemerintah. Dia mengambil salah satu contoh saat Bappenas mengajukan kebijakan berdasarkan masukan ahli epidemologi FKM UI, Pandu Riono.

Advertisement

“Kita sudah tahu dr Pandu Riono, ahli epidemologi FKM UI, itu diundang langsung Bappenas yang secara otoritas berwenang memberi masukan kebijakan pada pemerintah, beliau aja mengeluh bahwa basis pemodelan yang diberikan tidak didengarkan pemerintah, Jadi ada missing link yang terinstitusioanlisasi yang ignorant pada basis scientific bahkan ketika basis bukti scientific itu diajukan pada lembaga negara,” tuturnya.

Karena itu, menurutnya setiap kebijakan yang dikeluarkan pemerintah terkait COVID-19 pasti tidak konsiten dan cenderung tidak jelas.

“Sehingga ketika pemerintah dalam hal ini, Menhub, Menko Maritim Luhut Binsar, Presiden memberi pengumuman kebijakan pada publik pasti lack of clarity dan lack of constitency karena kebijakannya tidak didukung pandangan scientific,” ujarnya.

 

 

dtk

To Top
Do NOT follow this link or you will be banned from the site!
Social Media Auto Publish Powered By : XYZScripts.com