Nasional

Presiden Diminta Copot Rini Soemarno Sebagai Menteri BUMN

 

 

JAKARTA, EDUNEWS.ID – Anggota Komisi VII DPR Nasyrul Falah Amru menduga ada pelanggaran etika dalam pembicaraan per telepon antara Menteri BUMN Rini Soemarno dengan Dirut PLN Sofyan Basir yang rekamannya bocor ke publik.

Dugaan pelanggaran etika itu terkait adanya nama keluarga Rini dalam proyek BUMN. “Patut diduga Menteri Rini melanggar etika dalam menjalankan tugas negara dengan melibatkan bisnis dalam keluarga,” ujar Falah, Senin (30/4/2018).

Legislator PDI Perjuangan itu pun mengharapkan Presiden Joko Widodo mengambil tindakan tegas terhadap Rini. Terlebih, presiden yang beken disapa dengan panggilan Jokowi itu sudah mewanti-wanti para menterinya agar tak melibatkan keluarga dalam urusan pekerjaan.

Baca juga :  PDIP Singgung Panglima TNI Soal Nobar Film G30S/PKI

Menurut Falah, tindakan paling tepat yang bisa dilakukan Presiden Jokowi adalah mencopot Rini dari posisi menteri BUMN. Sebab, ada dugaan menteri kelahiran Maryland, Amerika Serikat itu sudah mengabaikan perintah Presiden Jokowi.

“Presiden harus mengambil sikap tegas teradap Menteri BUMN. Bukan hanya melanggar etika, tetapi melanggar perintah Presiden. Kepentingan negara harus lebih utama dan tidak melibatkan keluarga,” Falah menegaskan.

Advertisement

Sebelumnya netizen dihebohkan oleh beredarnya rekaman percakapan telepon yang diduga melibatkan Rini dan Sofyan. Dalam rekaman itu ada pembicaraan soal ‘small business’ bagi pihak yang disebut dengan panggilan Pak Ari yang diduga adalah Ari H Soemarno, kakak kandung Rini.

Namun, Kementerian BUMN menyatakan rekaman yang beredar itu sudah diedit sedemikian rupa sehingga menimbulkan prasangka. “Sengaja diedit sedemikian rupa dengan tujuan memberikan informasi yang salah dan menyesatkan,” ujar Sekretaris Kementerian BUMN Imam Apriyanto Putro.

Menurutnya, isi pembicaraan yang utuh justru Menteri Rini berupaya memastikan seluruh BUMN berjalan dengan dengan dasar good corporate covernance. Karena itu Kementerian BUMN Akan membawa persoalan tersebut ke ranah hukum.

To Top
Do NOT follow this link or you will be banned from the site!
Social Media Auto Publish Powered By : XYZScripts.com