Nasional

Ratusan Dokter Meninggal Akibat Covid-19, IDI Takut dan Cemas

Ilustrasi

JAKARTA, EDUNEWS.ID – Meninggalnya Ketua Tim Percepatan Partisipasi Masyarakat Penanggulangan Covid-19 Pengurus Besar Ikatan Dokter Indonesia (PB IDI), Andrianto Purnawan menyisakan cemas sekaligus waspada di kalangan tenaga kesehatan.

Wakil Sekretaris Jenderal PB IDI, Fery Rahman mengakui kecemasan tak bisa ditampik mengingat para dokter dan tenaga medis menyaksikan rekan sejawatnya silih berganti tumbang di tengah tugas mengatasi pandemi.

Kendati begitu, kasus kematian dokter akibat Covid-19 yang melampaui 160 orang ini sejurus juga menjadi pelecut bagi tenaga kesehatan untuk lebih mawas diri.

“Pasti kecemasan dan ketakutan itu ada, tapi teman-teman sejawat saat ini lebih waspada dalam penanganan Covid-19 ini,” tutur Fery saat dihubungi CNNIndonesia.com, Kamis (19/11/2020).

Ditambah lagi, kata Fery dengan berpulangnya Andrianto Purnawan di RS Soetomo, Surabaya karena Covid-19.

Menurut dia, almarhum Andrianto merupakan dokter bedah saraf yang sehat dan tercatat tidak memiliki komorbid atau penyakit penyerta. Apalagi saat dirawat, Andrianto disebut dalam keadaan stabil, sehingga kematian tersebut cukup mengagetkan IDI.

Meski begitu, Fery menegaskan bahwa para dokter selalu siaga sesuai sumpah untuk menolong pasien.

Baca juga :  Menteri Koperasi dan UKM : Reformasi Total Koperasi Arahan Presiden

“Merasa down sih tidak, tetapi teman-teman sejawat saat ini lebih waspada dalam penanganan Covid-19 ini. Ini ibaratnya, yang tidak punya penyakit saja bisa terpapar, ini kan [dokter Andrianto] Covid-19 tunggal nih. Karena kan biasanya kematian Covid-19 disertai penyerta, dan ini berbahaya sekali,” ucapnya.

Advertisement

Itu sebab Fery pun meminta pemerintah lebih serius merespons kematian demi kematian dokter. Misalnya, dengan memikirkan jaminan penuh penyediaan dan kecukupan Alat Pelindung Diri (APD), pengurangan jam kerja, hingga pemberian insentif khusus baik untuk tenaga kesehatan yang sedang bertugas maupun keluarga tenaga kesehatan yang wafat.

“Karena kematian dokter merupakan kerugian besar bagi bangsa ini ya,” ujar Fery.

Selain itu, ia juga mengingatkan masyarakat untuk mematuhi protokol kesehatan Covid-19 meliputi memakai masker, mencuci tangan, dan menjaga jarak. Sebab, kepatuhan masyarakat juga bisa membantu mengurangi beban dokter dan tenaga kesehatan.

Hingga kini, IDI mencatat telah ada lebih 160 dokter yang gugur di tengah penanganan pandemi Covid-19. Sementara data dari laporcovid.org menunjukkan, 102 perawat dan 8 dokter gigi meninggal dunia per 19 November 2020.

cnn

To Top
Do NOT follow this link or you will be banned from the site!
Social Media Auto Publish Powered By : XYZScripts.com