Nasional

Sayangi Orangtua, Jangan Mudik di Tengah Wabah Corona

EDUNEWS.ID – Sejumlah kepala daerah meminta warga asal wilayah mereka yang merantau di kota-kota besar di Jabodetabek, Jawa Barat, Jawa Timur, Bali, dan daerah lain tidak mudik selama pandemi virus korona baru (covid-19).

Pasalnya, bersama dengan aktivitas mudik dikhawatirkan terjadi penularan covid-19 secara masif dan membentuk episentrum penyebaran baru di luar wilayah Jabodetabek.

Seperti terus dilaporkan, jumlah warga terinfeksi terus bertambah setiap hari. Kemarin, juru bicara nasional penanganan covid-19, Achmad Yurianto, menyatakan ada 109 kasus positif baru di Indonesia. Dengan demikian, secara akumulatif, hingga kemarin terdapat 1.155 kasus positif covid-19. Dari jumlah itu, sebanyak 59 orang dinyatakan sembuh dan 102 meninggal.

Karena itu, Gubernur Jawa Tengah Ganjar Pranowo menekankan benar imbauan untuk tidak mudik bagi para perantau asal daerahnya. Hal
itu demi kebaikan dan kesehatan bersama, termasuk orangtua dan keluarga di kampung halaman.

Baca juga :  Jadi Wamen PUPR Setelah Wempi Wetipo Gagal di Pilgub Papua

“Saya mengimbau dan mengingatkan Bapak, Ibu, jika panjenengan sayang sama keluarga di kampung, jika panjenengan semua pingin keluarga tetap sehat dan selamat, urungkan niat untuk pulang kampung, tidak usah pulang kampung,” kata Ganjar.

Dalam mengantisipasi perantau yang telanjur mudik, Ganjar lantas mencegat dan meminta mereka melakukan karantina di rumah selama
minimal 14 hari. Hingga kemarin, Ganjar mengaku menemukan sudah lebih dari 80.000 pemudik yang tiba di Jawa Tengah.

“Kami jemput di setiap terminal, sudah ada 80 ribu lebih,” tutur Ganjar dalam siaran radio Smart FM, kemarin.

Sebelumnya, Gubernur DKI Jakarta Anies Baswedan juga meminta warga Jakarta mengurungkan niat mudik tahun ini. Hal itu demi mencegah meluasnya penularan covid-19. Sejumlah kepala daerah di berbagai wilayah lain, baik di Jawa maupun luar Jawa, juga mengungkapkan harapan dan permintaan yang sama kepada para perantau di kota-kota besar.

Baca juga :  Bandingkan Pemilih, Ahmad Basarah: Suara Saya Kalah dari Artis Krisdayanti

Karantina

Sementara itu, Dirjen Perhubungan Darat Kementerian Perhubungan, Budi Setiyadi, mengungkapkan bahwa Jakarta sangat mungkin akan dikarantina. Hal itu sesuai dengan hasil rapat koordinasi bersama Menko Bidang Maritim dan Investasi Luhut Binsar Pandjaitan yang juga
Plt Menteri Perhubungan.

Meskipun demikian, wacana itu kabarnya baru akan diputuskan setelah rapat terbatas bersama Presiden Joko Widodo dan kementerian lainnya, besok (Senin, 30/3/2020). Selain itu, Kemenhub disebut juga tengah menyiapkan regulasi untuk karantina Ibu Kota.

Di lain pihak, Wakil Ketua MPR Lestari Moerdijat memberikan sejumlah pandangan terkait situasi terakhir epidemi covid-19. Rerie, sapaan akrab Lestari, antara lain meminta setiap elemen bangsa memandang penting dalam menyikapi situasi terakhir dengan kewaspadaan tinggi dan kesiapan demi mengantisipasi puncak ledakan eksponensial.

Baca juga :  Sri Mulyani: Kami Sangat Hati-hati Mengelola Utang

“Pemerintah dan seluruh pemangku kepentingan diminta mempersiapkan bantalan dan protokol penanganan, serta exercise terhadap berbagai kemungkinan yang dapat terjadi akibat wabah covid-19 di berbagai sektor,” ujar Rerie.

Anggota Komisi VIII DPR, Selly Andriany Gantina, mengatakan masyarakat harus mau mengikuti jika larangan mudik diberlakukan. Hal itu demi mencegah penularan korona menjadi semakin masif.

min

Edunews.

Kirim Berita via: [email protected]/[email protected]
Iklan Silahkan Hub 085242131678

Copyright © 2016-2019 Edunews.ID

To Top
Do NOT follow this link or you will be banned from the site!
Social Media Auto Publish Powered By : XYZScripts.com