Nasional

Sejumlah Kantor di Sultra Ditutup Gegara Pegawainya Positif Corona

KENDARI, EDUNEWS.ID – Sejumlah aparatur sipil negara (ASN) di Pemerintah Provinsi Sulawesi Tenggara (Sultra) dilaporkan terinfeksi virus corona (Covid-19). Sebanyak tiga organisasi perangkat daerah (OPD) ditutup sementara dan pegawainya diwajibkan bekerja dari rumah.

Tiga OPD yang dihentikan sementara aktivitasnya itu adalah Sekretariat Daerah (Setda), Inspektorat dan Dinas Energi dan Sumber Daya Mineral (ESDM). Ketiga kantor ini telah dilakukan sterilisasi.

“Untuk sementara aktivitasnya dihentikan dulu,” kata Sekretaris Daerah (Sekda) Provinsi Sultra Nur Endang Abbas saat dihubungi CNNIndonesia.com, Jumat (7/8/2020).

Meski demikian, Endang tidak mengetahui pasti berapa jumlah ASN di Pemprov Sultra yang terinfeksi virus corona.

“Tidak sampai sepuluhan jumlahnya. Tapi sebagian juga sudah ada yang sembuh,” tutur mantan Kepala Badang Pengelolaan Sumber Daya Manusia (BPSDM) Sultra itu.

Baca juga :  Aksi Demonstrasi di Kendari, Satu Mahasiswa Meninggal Dunia

Endang mengaku, beberapa kantor pemerintahan di Sultra sudah menjadi klaster penyebaran virus corona. Penyebaran virus corona di kantor pemerintahan ini terjadi karena ada beberapa ASN yang aktif keluar daerah.

“Setelah itu menginfeksi rekannya,” ucapnya.

Terhadap penyebaran virus corona di kantor pemerintahan, untuk sementara aktivitas berkumpul dibatasi. Kemudian, ASN dilarang bepergian ke daerah rawan seperti Buton Raya.

Advertisement

“Bagi tamu dari Buton Raya, harus mengantongi hasil rapid test nonreaktif. Kalau reaktif, langsung diswab dan tidak boleh bertemu,” ujarnya.

ASN yang hendak konsultasi ke pemerintah pusat juga harus mengantongi rapid test nonreaktif baik sebelum berangkat maupun sesudah berangkat.

Bagi ASN yang dinyatakan reaktif, maka langsung dilakukan swab dan selanjutnya menjalani karantina.

PNS di Pemprov Sultra kurang lebih sebanyak 13 ribu orang. Berdasarkan data gugus tugas Covid-19 Sultra, sudah ada ribuan ASN yang mengikuti rapid test yang digelar di Laboratorium Kesehatan Daerah (Labkesda) Sultra maupun di instansi masing-masing.

Labkesda Sultra bersama Dinas Kesehatan sudah 64 hari melakukan rapid test secara massal kepada ASN dan masyarakat umum. Sebanyak 17.869 menjalani rapid test dengan 74 orang hasilnya reaktif dan 17.795 hasilnya nonreaktif.

Sementara data kasus virus corona di Sultra sejauh ini sudah menembus angka 951 kasus dengan 665 pasien sembuh, 16 meninggal dan masih menjalani perawatan sebanyak 270 orang.

cnn

To Top
Do NOT follow this link or you will be banned from the site!
Social Media Auto Publish Powered By : XYZScripts.com