Nasional

Selain Corona, Muhadjir Minta Gubernur Pandai Tangani Ekonomi

JAKARTA, EDUNEWS.ID – Menteri Koordinator Bidang Pembangunan Manusia dan Kebudayaan Muhadjir Effendy meminta kepala daerah setingkat gubernur untuk hati-hati dalam menanggulangi pandemi virus corona di wilayah masing-masing. Sisi ekonomi tetap harus diperhatikan.

Muhadjir menyampaikan hal itu saat bertemu Gubernur Sumatera Utara Edy Rahmayadi, Sabtu (12/9/2020).

“Gubernur harus pandai-pandai jangan sampai menangani Covid-19 tetapi ekonomi bermasalah,” kata Muhadjir lewat siaran pers, Sabtu (12/9/2020).

Muhadjir mengatakan hal tersebut bukan berarti sisi ekonomi harus diprioritaskan. Menurutnya, penanganan sisi ekonomi yang terdampak akibat pandemi virus corona pun harus dikontrol.

“Ekonomi ini harus ada rem dan gasnya, yang penting jangan rem mendadak dan jangan juga gas pol,” jelasnya.

Baca juga :  Tertinggi Kedua Dunia, Brasil Catat 1 Juta Kasus Corona

Dalam kesempatan itu, Muhadjir mengatakan kesadaran masyarakat menggunakan masker, khususnya di wilayah Sumetara Utara, masih tergolong rendah. Padahal Sumatera Utara merupakan salah satu daerah dengan kasus penularan Covid-19 tertinggi di Indonesia.

Dia lantas meminta pemerintah daerah untuk terus mengkampanyekan protokol kesehatan agar penularan virus corona bisa ditekan. Muhadjir pun sempat menyerahkan 40 ribu masker.

“Saya lihat di Sumatera Utara ini kesadaran penduduk untuk memakai masker masih rendah, perlu ditingkatkan,” tutur Muhadjir.

Pemerintah pusat, lanjut Muhadjir, terus berupaya menekan angka kematian akibat virus corona. Misalnya dengan memberikan bantuan fasilitas alat kesehatan (alkes) seperti Polymerase Chain Reaction (PCR) serta ventilator untuk beberapa RS yang menangani pasien Covid-19.

Baca juga :  Agus Rahardjo Bantah Rotasi Pegawai KPK tak Sesuai Aturan

Muhadjir juga telah menyerahkan bantuan ventilator untuk RS Umum Muhammadiyah Sumut. Selain itu juga memberikan bantuan kepada RS Adam Malik berupa alat pelindung diri (APD) sebanyak 432 buah serta 3.600 masker.

“Tujuan saya ke sini juga untuk meninjau pembangunan Gedung Infeksi RSUP H Adam Malik Medan yang dibantu dari sumber dana pemerintah pusat. Dan ini sudah termanfaatkan betul untuk pasien penderita Covid kelas berat, untuk yang ringan dan sedang ditanggung di RS di bawah Pemprov,” ujar dia.

Hingga Sabtu (12/9/2020), ada 8.362 kasus positif virus corona di Sumatera Utara. Sebanyak 5.042 di antaranya telah sembuh dan 355 orang meninggal dunia.

 

Baca juga :  Soal Polusi Jakarta, Gubernur Anies Perintahkan Dinas Optimalkan Penghijauan

cnn

Edunews.

Kirim Berita via: [email protected]/[email protected]
Iklan Silahkan Hub 085242131678

Copyright © 2016-2019 Edunews.ID

To Top
Do NOT follow this link or you will be banned from the site!
Social Media Auto Publish Powered By : XYZScripts.com