Nasional

Selain Virus Corona, Achmad Yurianto Minta Waspadai DBD

JAKARTA, EDUNEWS.ID – Direktur Jenderal Pencegahan dan Pengendalian Penyakit Menular Kementerian Kesehatan (Kemenkes) Achmad Yurianto mengingatkan masyarakat terkait kondisi bahaya menyusul adanya peningkatan kasus demam berdarah dengue (DBD) di Tanah Air.

“Pada bulan-bulan ini ada peningkatan kasus demam berdarah karena memang musim pancaroba,” tutur Yurianto saat konferensi video di Jakarta, Sabtu 2 Mei 2020.

Ia mengatakan demam berdarah berkaitan erat dengan pengendalian nyamuk karena menjadi vektor penyakit tersebut. Oleh sebab itu, masyarakat diminta untuk terus memberantas sarang nyamuk guna menghindari DBD. Apabila cara tersebut dilakukan secara rutin, maka pemerintah menyakini tidak hanya COVID-19, namun DBD juga bisa diatasi secara bersamaan.

“Mari kita menjadi teladan untuk keluarga masing-masing. Hal itu termasuk menyelamatkan tetangga, lingkungan dan bangsa,” ujar Yuri yang juga Juru Bicara Pemerintah untuk Penanganan COVID-19.

Baca juga :  Di Era Jokowi, Tenaga Kerja tak Sebanding dengan Lapangan Pekerjaan
Advertisement

Sementara itu, Direktur Penyakit Tular Vektor dan Zoonotik Kemenkes Siti Nadia Tarmizi mengatakan hingga 30 April 2020 tercatat 50.112 kasus DBD terjadi di Tanah Air dan 315 orang di antaranya meninggal dunia.

Berdasarkan data infografis mingguan yang disusun Kemenkes tercatat lima kabupaten dan kota kasus DBD tertinggi. Pertama Kabupaten Buleleng sebanyak 2.057 kasus, Kabupaten Sikka 1.624, Bandung 1.355, Kota Denpasar 858 dan Kabupaten Pringsewu 844 kasus.

Kemudian terkait sebaran kasus kematian akibat DBD Provinsi Nusa Tenggara Timur (NTT) menempati urutan pertama dengan 52 kematian. Selanjutnya Provinsi Jawa Tengah 39 jiwa, Jawa Barat 33 dan Jawa Timur 32 kasus kematian.

tmp

To Top
Do NOT follow this link or you will be banned from the site!
Social Media Auto Publish Powered By : XYZScripts.com