Nasional

Serang PSI, Ade Armando: Ahok Sangat Mengecewakan

EDUNEWS.ID – Dosen Universitas Indonesia Ade Armando mengaku tidak paham Basuki Tjahaja Purnama alias Ahok bisa menyerang Partai Solidaritas Indonesia. Soalnya, menurut Ade, PSI adalah partai yang pernah mendukungnya secara tulus.

“Bagi saya apa yang dilakukan Ahok sangat mengecewakan,” kata Ade dalam video yang diunggah oleh akun Youtube, Cokro Tv, dikutip VIVAnews, Selasa, 25 Februari 2020.

Ade mengaku tidak meragukan integritas Ahok. Dia menilai Ahok adalah salah satu warga terbaik di Indonesia.

“Mungkin cara berpikirnya yang memang sangat sederhana. Atau mungkin dia baperan.” kata Ade lagi.

Ade yakin ada sesuatu yang membuat Ahok marah pada PSI. Tapi dia menilai kemarahan itu membuat mantan Gubernur DKI Jakarta itu gelap mata.

Baca juga :  Pelatih Bhayangkara FC Kecewa Walaupun Menang Lawan Semen Padang

“Kebaperannya itu jelas digunakan oleh kelompok-kelompok yang membenci PSI,” kata Ade yang juga pakar ilmu komunikasi tersebut.

Ade melihat Ahok kehilangan pandangan objektifnya tentang PSI. Berdasarkan pengalaman dan pengetahuannya, PSI adalah partai politik anak muda yang paling bisa diharapkan membawa Indonesia menjadi sejahtera.

“Ahok kok mempertanyakan integritas PSI? Saya juga heran menggambarkan PSI sebagai partai yang cuma bisa ngomong gede dan belum teruji? Tidakkah ia melihat apa yang terjadi di DPRD DKI? Bukankah anak-anak muda PSI-lah yang secara konsisten membongkar mismanajemen pemprob di bawah Anies Baswedan,” tutur Ade Armando.

Saat peluncuran buku ‘Panggil Saya BTP, Perjalanan Psikologi Ahok Selama di Mako Brimob’ yang berlangsung di Gedung Tempo Jakarta, Selasa, 17 Februari 2020, Ahok mengungkap alasannya masuk jadi kader Partai Demokrasi Indonesia Perjuangan sebelum pemilihan presiden 2019. Dia mengatakan dalam keadaan negara terbelah kita harus punya satu partai nasionalis yang besar.

Baca juga :  Berikut Gubernur yang Dijerat KPK sejak 2017

“Saya memimpikan PDIP bisa di atas 33 persen,” ucap Ahok.

Ahok mengatakan bahwa partai nasional ini tidak boleh terpecah dan harus kuat di parlemen agar pemerintahan lebih kuat. Bahkan, ia sempat diskusi dengan kawannya mantan Wakil Gubernur DKI Jakarta, Djarot Saiful Hidayat, yang sesama kader PDIP prihal tersebut.

“Kita diskusi panjang dengan Mas Djarot mau ini partai enggak baik orang enggak baik ya semua partai ada orangnya yang masuk penjara. Partai baru bisa ngomong gede. Masuk ke dalam belum tentu teruji,” ujarnya.

 

 

vva

Edunews.

Kirim Berita via: [email protected]/[email protected]
Iklan Silahkan Hub 085242131678

Copyright © 2016-2019 Edunews.ID

To Top
Do NOT follow this link or you will be banned from the site!
Social Media Auto Publish Powered By : XYZScripts.com