Nasional

Soal Harga Vaksin Mandiri, Pengusaha : Jangan Lebih dari Rp 1 Juta

Ilustrasi

JAKARTA, EDUNEWS.ID – Pengusaha mengajukan vaksinasi mandiri. Bila diizinkan, pengusaha diwakili oleh Kamar Dagang dan Industri (Kadin) Indonesia berharap pemerintah bersedia memberi harga wajar untuk mengakses vaksinasi mandiri tersebut.

“Harapannya harga vaksinnya jangan terlalu mahal karena kan kita ingin berperan juga meringankan beban pemerintah,” ujar Ketua Umum Kadin Indonesia Rosan Perkasa Roeslani kepada detikcom, Kamis (4/2/2021).

Dia bilang, vaksinasi mandiri diyakini akan membantu meringankan beban pemerintah. Untuk itu, permintaan yang diajukan pengusaha soal harga vaksinasi mandiri tadi dianggap tak berlebihan.

Rosan berharap harga vaksinasi mandiri dipatok tidak lebih dari Rp 500.000. Vaksin ini nantinya akan dijual kepada orang-orang yang ingin mendapatkan vaksinasi lebih cepat.

“Harapannya sih di bawah Rp 500 ribu atau jangan lebih dari Rp 1 juta lah,” katanya.

Harapan serupa disampaikan oleh Wakil Ketua Dewan Pertimbangan Kadin DKI Jakarta Sarman Simanjorang. Namun, yang paling penting menurut Sarman, pemerintah sebaiknya dengan segera bisa mengeluarkan petunjuk teknis terkait vaksinasi mandiri ini.

“Juknis-nya harus segera disiapkan di lapangan termasuk pemilihan rumah sakit rujukannya tentukan harus standar dengan pemerintah. Kalau kami sih sebenarnya harapannya lebih cepat lebih baik tapi kan semua tergantung pada kesiapan vaksinnya,” katanya.

Tak Pilih-pilih Merek Vaksin

Rosan memastikan pengusaha tak pilih-pilih merek vaksin COVID-19. Merek apa saja diterima, tergantung kesiapan vaksinnya saja dari pemerintah.

“Tidak ada (tidak ada request merek vaksin),” ujar Rosan.

Namun, menurut Rosan dari pemerintah sendiri sudah membedakan antara vaksin gratis dan vaksin gotong-royong (vaksinasi mandiri).

“Tetapi memang sudah jelas arahan dari pemerintah bahwa vaksinasi yang dipergunakan dalam vaksinasi gratis itu beda dengan vaksinasi gotong-royong,” terangnya.

Berdasarkan Keputusan Menteri Kesehatan Nomor HK.01.07/ Menkes/9860/2020 yang diteken Menkes Terawan Agus Putranto 3 Desember lalu, ada 6 merek vaksin COVID-19 yang dapat digunakan di Indonesia. Keenam vaksin itu adalah yang diproduksi oleh Bio Farma, Astra Zeneca, Sinopharm, Moderna, Pfizer Inc and BioNtech, dan Sinovac Biotech. Namun, belum ada pengumuman resmi dari pemerintah merek yang mana saja yang gratis untuk masyarakat.

Hal serupa disampaikan oleh Wakil Ketua Dewan Pertimbangan Kadin DKI Jakarta Sarman Simanjorang.

“Saya rasa begini masalah merek biarlah pemerintah yang menentukan, yang jelas harus sesuai dengan standar WHO dan BPOM kita, tidak ada masalah,” tuturnya.

Ia pun meyakini para pengusaha tak memburu-burui harus dapat disuntik vaksin duluan. Semua tergantung dari kesiapan dan ketersediaan vaksin itu dulu.

“Itu semua tergantung pada ketersediaan vaksin, jadi pemerintah yang tau ketersediaan vaksin tersebut makanya semua kembali pada kesiapan daripada pemerintah juga,” ujarnya.

dtk

To Top
Social Media Auto Publish Powered By : XYZScripts.com