Nasional

Soal Malam Munajat 212, Fadli Zon dan Neno Tak Penuhi Panggilan Bawaslu

 

JAKARTA, EDUNEWS.ID – Aktivis Neno Warisman dan Wakil Ketua Umum Partai Gerindra, Fadli Zon mangkir untuk kedua kalinya saat dipanggil Badan Pengawas Pemilu (Bawaslu) DKI Jakarta terkait kasus dugaan pelanggaran pemilu di Malam Munajat 212. Keduanya sudah sempat dipanggil Bawaslu DKI pada Selasa (5/3) lalu. Namun tidak memenuhi pemanggilan tersebut.

“Dari MUI DKI sudah memenuhi undangan, Fadli Zon tidak hadir. Menurut informasi dari stafnya, masih di luar negeri, di Mesir. Ibu Neno Warisman tidak ada berita,” ujar Anggota Bawaslu DKI Puadi saat dihubungi, Senin (11/3/2019).

Puadi menyampaikan sore ini Bawaslu DKI langsung menyurati Neno dan Puadi terkait pemanggilan ketiga. Dia mengatakan Bawaslu DKI masih memiliki waktu untuk pemanggilan ketiga. Batas waktu pemeriksaan selama 14 hari akan jatuh pada 20 Maret mendatang.

Baca juga :  Fadli Zon Ogah Campuri Rangkap Jabatan Airlangga

“Jadi ada pemanggilan 18 Maret [untuk Fadli Zon] masih bisa dikejar. Kemudian Ibu Neno Warisman kita undang ketiga kali yaitu tanggal 13 Maret,” ucap dia.

Bawaslu DKI juga akan memanggil Front Pembela Islam (FPI) untuk pemeriksaan pada 13 Maret mendatang. Mereka akan diperiksa sebagai salah satu penyelenggara. Puadi berujar jika Fadli dan Neno mangkir kembali, maka Bawaslu DKI akan tetap mengeluarkan putusan.

“Nanti Sentra Gakkumdu (Sentra Penegakan Hukum Terpadu) akan menilai. Kita berkoordinasi tetap dengan kejaksaan dan kepolisian apa langkah-langkah selanjutnya,” Paparnya.

Bawaslu DKI mengusut gelaran Malam Munajat 212 karena menemukan indikasi pelanggaran pemilu. Selain itu, ada laporan dari Ketua TKD Jokowi-Ma’ruf DKI Jakarta, Prasetio Edi Marsudi. Bawaslu mengkaji dugaan pelanggaran pemilu karena ada laporan pidato bernada kampanye dan atribut kampanye di acara tersebut.

Baca juga :  Fadli Zon Doakan Putri Jokowi

Terpisah, kubu Jokowi justru menantang Bawaslu untuk berani memberikan sanksi jika Fadli Zon dan Neno Warisman terbukti melakukan kampanye bagi pasangan calon 02 Prabowo Subianto-Sandiaga Uno dalam acara Munajat 212.

“Bawaslu harus berani melakukan itu,” kata Direktur Hukum dan Advokasi TKN Ade Irfan Pulungan saat dihubungi, Senin (11/3/2019).

Ade menuturkan sanksi yang dikenakan terhadap Fadli dan Neno adalan sanksi pidana pemilu. Sebab, ia mengatakan Fadli dan Neno terindikasi atau patut diduga melakukan kampanye lewat narasi dan simbol yang berkaitan dengan paslon 02 saat mengahadiri Munajat 212.

Fadli dan Neno, kata dia, bisa dikenakan sanksi pidana pemilu karena merupakan bagian dari BPN Prabowo-Sandiaga. Ia meminta Fadli dan Neno tidak menilai pemeriksaan tersebut sebagai bentuk kriminalisasi.

Baca juga :  Bukan People Power, Amien Rais Ganti dengan Gerakan Kedaulatan Rakyat

“Jangan merasa dikriminalisasi. Kan repot apa-apa dikriminalisasi, terus apa-apa datang ramai-rami. Tunjukkanlah kita itu percaya pada prosedur hukum, taat hukum,” ucapnya.

cnn

Facebook Comments

Edunews.

Kirim Berita via: redaksi@edunews.id/redaksiedunews@gmail.com
Iklan Silahkan Hub 085242131678

Copyright © 2016-2019 Edunews.ID

To Top
Do NOT follow this link or you will be banned from the site!