Nasional

Soal Usia 50 ke Atas Dilarang Masuk Mal saat New Normal, Ini Faktanya

EDUNEWS.ID – Beredar kabar di media sosial yang menyebutkan bahwa orang-orang yang berusia lebih dari 50 tahun dilarang masuk sejumlah fasilitas publik atau tempat-tempat keramaian seperti mal, pasar, stadion, kafe, restoran, dan lain-lain.

Berikut ini narasi kabar itu:

Pembatasan untuk orang berusia 50 tahun ke atas di era new normal:

A. Dilarang masuk mal atau ke pasar.
B. Dilarang makan di restoran atau kafe
C. Dilarang ke Gym atau stadion
D. Menghindari keramaian dan kerumuman.
E. Tetap menjaga jarak fisik 1 m.

HASIL CEK FAKTA

Ketua Asosiasi Pengelola Pusat Belanja Indonesia (APPBI) wilayah DKI Jakarta Ellen Hidayat menyatakan bahwa kabar itu tidak benar dan tidak ada pembatasan usia bagi orang-orang yang masuk mal atau pusat-pusat perbelanjaan lainnya.

Baca juga :  Ini Alasannya, Mengapa Sandiaga ingin Berkantor di Jateng

Protokol kesehatan untuk pencegahan penularan virus corona memang akan diterapkan secara ketat di setiap mal. Tetapi yang pasti tidak ada batasan usia untuk pengunjung pusat perbelanjaan, mal, atau kafe dan restoran.

Sejumlah protokol kesehatan pencegahan Covid-19 akan diterapkan untuk pengunjung maupun karyawan mal, seperti dengan pengecekan suhu tubuh di seluruh pintu masuk mal dan mewajibkan karyawan serta pengunjung mengenakan masker.

Memang terdapat beberapa aturan yang harus diterapkan oleh sebuah perusahaan di fase new normal. Salah satunya adalah, jika memungkinkan meniadakan shift 3 yang diketahui biasa dilakukan pada malam hari. Apabila diharuskan, perusahaan diminta untuk mengutamakan mereka yang berusia di bawah 50 tahun.

Dengan beberapa fakta tersebut, narasi yang menyebut bahwa orang di atas 50 tahun dilarang masuk mal dan makan di kafe adalah tidak tepat. Unggahan itu masuk ke dalam kategori false context, konten yang disajikan dengan narasi dan konteks yang salah. Biasanya, false context memuat pernyataan, foto, atau video peristiwa yang pernah terjadi pada suatu tempat, namun secara konteks yang ditulis tidak sesuai dengan fakta.

Baca juga :  Pemprov DKI Berikan Rp 600 Ribu per Bulan untuk 14.520 Lansia

Sumber rujukan: https://cekfakta.com/focus/4025

Edunews.

Kirim Berita via: [email protected]/[email protected]
Iklan Silahkan Hub 085242131678

Copyright © 2016-2019 Edunews.ID

To Top
Do NOT follow this link or you will be banned from the site!
Social Media Auto Publish Powered By : XYZScripts.com