Hikmah

Social Movement Institute Gelar Orasi Kebudayaan

YOGYAKARTA, EDUNEWS.id – Bertempat di ruang utama lantai tiga Fakultas Hukum Universitas Islam Indonesia (FH UII) Jalan Taman Siswa, Social Movement Institute (SMI) bekerjasama dengan Jaringan Pengendalian Tembakau #SuaraTanpaRokok dan Centre Of Law Development Studies (CLDS) UII menggelar Syawalan dan Orasi Kebudayaan, Sabtu (30/7/2016).

Dalam acara tersebut juga hadir sebagai narasumber Budayaawan, Penyair, sekaligus Kyai D Zamawi Imron yang meraih The South East Asia Write Award 2012.

Acara yang mengangkat tema “Korupsi, Rokok, dan Harapan Atas Masa Depan” ini diikuti oleh puluhan mahasiswa, jejaringan kerjasama dan masyarakat umum. Dalam acara ini juga dipentaskan beberapa penampilan seni budaya dari berbagai daerah, musik perlawanan, film dokumenter perjuangan Robby si korban rokok serta berbagai hasil karya lomba mural dan pengumuman pemenangnya.

Baca juga :  IGI Jalin Kerjasama Dengan Beberapa Perusahaan Untuk Tingkatkan Potensi Guru Melalui Literasi Berbasis IT

Keluar sebagai juara dari kategori kartun mural adalah group K3 yang bercerita tentang demonstrasi masyarakat terhadap pengusaha rokok.

Acara ini merupakan puncak dari rangkaian acara yang sudah dilakukan SMI dan #SuaraTanpaRokok sejak dua bulan yang lalu. Sejak acara berbuka puasa bersama yang dilakukan dikantor SMI di Soregenen, lomba pembuatan mural anti rokok dan sekarang orasi kebudayaan. Turut pula di acara tersebut pemenang pembuatan karya mural terbaik yang diikuti oleh 18 peserta se Jogja-Jateng.

Karya Yang Menang

Karya Yang Menang

Eko Prasetyo, selaku Badan Pekerja SMI mengatakan, bahwa pentingnya bagi generasi muda untuk mengetahui bahaya laten dari korupsi dan rokok. Karena kedua-duanya menyebabkan sengsara yang berkepanjangan. Aapalagi ada ekspolitasi yang dilakukan di dua hal tersebut. Dan atas itu semua, mengkampanyekan bahaya laten dari korupsi dan rokok itu menjadi penting.

Baca juga :  21 Fakultas Kedoketran Gigi Gelar Bulan Kesehatan Gigi Nasional 2016

“Kampanyenya haruslah dengan cara yang menarik. Karena itu harus menyentuh perasaan orang yang melihatnya. Bukan dengan cara yang selama ini kebanyakan bersifat menakutkan, yang justru jadi lucu bagi kebanyakan orang,” papar Eko.

Sementara itu, D Zawawi Imron dalam orasinya mengungkapkan bahwa syarat menjadi koruptor ialah berani masuk neraka dan bisa tersenyum di media televisi. Selain itu, tentang rokok, Zawawi kembali mengingatkan bahwa tanah Indonesia adalah sajadah, maka jangan kotori bangsa ini dengan maksiat dan jangan kotori udara Indonesia dengan racun dari asap rokok.

Orasi Budaya D Zawawi Imron

Orasi Budaya D Zawawi Imron

“Di Madura sekarang, banyak petani tembakau yang sudah sadar dan beralih menanam tanaman lainnya yang lebih menguntungkan. Karena ternyata dengan menanam tembakau justru tidak memperbaiki kehidupan mereka. Petani tetap miskin. Sementara perusahaan rokok untung besar-besaran,” ungkap Zawawi.

Baca juga :  Pemerintah Berencana Bangun Boarding School Di Daerah 3T

Selain itu, Ia juga mengungkapkan sekaligus mengingatkan, bahwa jangan mengajarkan hal-hal yang tidak baik dirumah seperti merokok. Karena rokok itu tidak hanya membahayakan diri sendiri tetapi juga membahayakan orang lain. Dan hati yang bersih pasti akan menolak barang-barang yang dapat merusak tersebut.

“Budayawan sudah mencetuskan kalau rokok itu bahaya. Tinggal akal pada diri sendiri yang memutuskan sehat atau tidak. Tidak merokok, tidak korupsi, dan perbuatan lain yang tidak merugikan diri dan orang lain berarti dia mengerti akal sehat. Dan akal sehat adalah kunci menikmati hidup,” ujar Zawawi menutup orasinya.

Edunews.

Kirim Berita via: [email protected]/[email protected]
Iklan Silahkan Hub 085242131678

Copyright © 2016-2019 Edunews.ID

To Top
Social Media Auto Publish Powered By : XYZScripts.com