Nasional

Survei : 20 persen Pelajar Dukung Sistem Khilafah di Indonesia

 

 

 

JAKARTA, EDUNEWS.ID – Hampir 20 persen siswa sekolah menengah dan mahasiswa universitas di Indonesia mendukung penerapan sistem khilafah di Indonesia. Merujuk Wikipedia, khilafah memiliki definisi kepemimpinan umum bagi seluruh kaum Muslim di dunia.

Khilafah ialah sistem pemerintahan Islam yang menegakkan syariat. Pernyataan tersebut dilansir media asing Reuters merupakan hasil survei yang dilakukan pekan ini.

Survei dilakukan Alvara, sebuah organisasi yang berbasis di Jakarta dan menjadikan 4.200 pelajar Muslim sebagai responden. Kebanyakan mereka ialah pelajar SMA dan mahasiswa di Pulau Jawa, pulau yang menampung lebih dari setengah populasi negara tersebut.

Hasilnya, satu dari 10 pelajar mengaku mendukung sistem khilafah di Indonesia Hampir satu dari empat siswa mengatakan bahwa mereka, dalam tingkat yang bervariasi, siap untuk berjihad untuk mencapai kekhalifahan.

Baca juga :  SBY Kenang Obrolan Terakhir Bersama Ani Yudhyono di Singapura

“Ini menunjukkan bahwa pengajaran intoleran telah memasuki universitas dan sekolah menengah atas,” kata juru bicara Alvara, dalam laporannya yang dirilis pada hari Selasa belum lama ini.

“Pemerintah dan organisasi Islam moderat harus mulai mengambil langkah nyata untuk mengantisipasi hal ini. Yang bahkan (khilafah) hadir di kalangan siswa dengan bahasa yang mudah dimengerti,” ujar laporan tersebut menambahkan.

Islam moderat

Reuters menulis, Indonesia dalam beberapa tahun terakhir telah menjadi sorotan karena kasus toleransi antarumat beragama. Sebagian besar orang Indonesia mempraktikkan bentuk Islam moderat, dan terdapat penganut keyakinan minoritas seperti Hindu, Kristen, Katholik, Konghuchu, dan kepercayaan tradisional. Keanekaragaman agama diabadikan dalam konstitusi.

Advertisement

Survei tersebut menunjukkan bahwa sebagian besar siswa tidak setuju dengan pembentukan kekhalifahan dan kekerasan Islam. Namun pihak berwenang telah berulang kali memperingatkan terhadap pengaruh radikal pemikiran radikal di antara organisasi mahasiswa dan dalam kegiatan di kampus.

Presiden Joko Widodo dan pemerintahnya berusaha menahan meningkatnya pengaruh kelompok garis rambut, terutama di perguruan tinggi dan pesantren. Perpu Ormas yang melarang organisasi sipil yang dianggap bertentangan dengan ideologi negara sekuler negara tersebut telah disetujui oleh parlemen bulan lalu.

Hizbut Tahrir, sebuah organisasi yang secara damai menyerukan pembentukan kekhalifahan di Indonesia, adalah kelompok pertama yang dibubarkan berdasarkan keputusan tersebut.

Presiden Joko Widodo telah membuat beberapa pidato di pesantren yang isinya menekankan keanekaragaman dan pentingnya persatuan nasional. Jokowi mengadakan konferensi sekitar 3.000 rektor universitas untuk mempromosikan mengampanyekan kembali tegaknya Pancasila sebagai ideologi negara

To Top
Do NOT follow this link or you will be banned from the site!
Social Media Auto Publish Powered By : XYZScripts.com