Nasional

Survei: Tingkat Kepercayaan Publik Terhadap KPK Menurun, KPK Bilang Begini

ilustrasi

EDUNEWS.ID – Wakil Ketua Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) Nawawi Pomolango menyebut hasil survei terkait tingkat kepercayaan publik terhadap KPK sebagai cermin untuk terus bekerja memberantas korupsi.

“KPK melihat survei tersebut sebagai cermin. Jadi, kami hargai pendapat masyarakat yang tergambar dari persepsi responden survei,” kata Nawawi melalui keterangannya di Jakarta, Rabu.

Sebelumnya, hasil survei dari Indikator menunjukkan bahwa tingkat kepercayaan publik terhadap TNI-Polri di atas KPK.

“Saya juga memahami mengacu ke Pasal 20 UU 30 Tahun 2002 yang sudah diubah dengan UU Nomor 19 Tahun 2019, KPK bertanggung jawab pada publik dalam pelaksanaan tugas. Jadi, respons dan masukan dari masyarakat itu kami pandang penting,” ungkap Nawawi.

Baca juga :  'Di Pusat Tetap Korupsi, di Daerah ikut Korupsi' Gerindra Sepakat Tahanan KPK Diborgol

Sebagai bentuk keseriusan tersebut, lanjut dia, KPK telah mendengar langsung dari Indikator dan Litbang Kompas untuk memaparkan faktor-faktor apa saja yang mempengaruhi pembentukan kepercayaan publik tersebut.

“Ada beberapa saran positif yang telah diidentifikasi oleh KPK seperti agar KPK memperhatikan dan tetap menjaga komunikasi dengan “critical mass” atau masyarakat yang selama ini sangat “concern” dengan KPK. Membuktikan juga pada publik bahwa KPK terus bekerja memberantas korupsi dalam kerangka enam tugas KPK termasuk penindakan dan pencegahan tentu saja,” jelasnya.

Advertisement

Selain itu, kata Nawawi, KPK juga mencermati apa yang disampaikan narasumber dari Litbang Kompas, meskipun ada perdebatan tentang metodologi daring yang digunakan untuk survei 2020.

“Namun, saat itu disampaikan ada lima faktor yang berpengaruh pada persepsi publik pada KPK, yaitu kondisi penegakan hukum nasional, independensi dan kemampuan penegak hukum, keterkaitan dengan situasi politik, kemampuan OTT (operasi tangkap tangan), dan faktor kelembagaan KPK,” ucap dia.

Untuk faktor kelembagaan KPK tersebut termasuk diantaranya bagaimana publik menilai pimpinan KPK dan persepsi terhadap juru bicara atau pejabat lain di KPK dalam berkomunikasi ke publik.

Oleh karena itu, KPK menganggap survei tersebut sebagai peran serta masyarakat untuk menjaga dan mencintai KPK.

“Meskipun KPK tidak dalam konteks berlomba dengan instansi lain tetapi kami tentu akan semaksimal mungkin melakukan koreksi ke dalam agar publik mempercayai kerja KPK sepenuhnya. Kami sadar, pemilik KPK yang sesungguhnya adalah masyarakat Indonesia. Pimpinan, dewas, dan seluruh pegawai akan menjalankan amanat di KPK ini sebaik-baiknya,” ujar dia.

ant

To Top
Do NOT follow this link or you will be banned from the site!
Social Media Auto Publish Powered By : XYZScripts.com