Nasional

Tak Kunjung Tertangkap, KPK Bentuk Satgas cari Harun Masiku

Harun Masiku

JAKARTA, EDUNEWS.ID – Harun Masiku, tersangka dalam kasus suap PAW DPR yang hingga kini tak kunjung tertangkap. Keberadaan Harun Masiku juga tak terdeteksi oleh KPK hingga saat ini.

Wakil Ketua KPK Lili Pintauli Siregar mengatakan pihaknya tetap optimistis dapat menemukan Harun Masiku. Dia telah meminta jajarannya membentuk satgas khusus mencari buronan KPK, termasuk Harun Masiku.

“Kita di pimpinan (KPK) juga telah menginisiasi dan meminta kepada Pak Deputi dan juga dalam rangka itu mencoba untuk membuat sebuah satu satgas yang memang fokus melakukan pencarian kepada orang-orang DPO,” kata Lili di Gedung Merah Putih KPK, Jakarta Selatan, Rabu (20/1/2021).

“Agar cepat efektif dengan membentuk sebuah tim satgas sendiri yang khusus mencari orang-orang yang memang masuk DPO,” tambah Lili.

Dalam kesempatan yang sama, Deputi Penindakan dan Eksekusi Karyoto mengharapkan peran serta masyarakat dalam pencarian Harun Masiku. Dia meminta masyarakat yang melihat atau mengetahui keberadaannya dapat melaporkan ke KPK.

Baca juga :  Lahan Warga untuk Sirkuit MotoGP Mandalika Belum Dibayar

“Pertama mengharap pada seluruh masyarakat yang mengetahui atau melihat ciri-ciri dan lain-lain bisa melaporkan kepada kami untuk memberikan informasi dan tentunya setelah itu akan kami tindak lanjutkan,” katanya.

Perihal satgas pencari buron, Karyoto mengungkap bahwa dirinya tengah memilih orang-orang yang ditugaskan dalam satgas tersebut. Menurutnya, satgas itu akan tergabung dari berbagai kedeputian di KPK.

“Satgas ini bisa gabung dari beberapa kedeputian, dari monitoring, dari tim surveillance, dan IT, ini harus gabung menjadi satu. Tidak bisa hanya penyidiknya sendiri atau penyelidiknya sendiri, tentu harus terintegrasi antara tim supporting, pencari dan pengolah data,” katanya.

Dia menyebut informasi bahwa Harun Masiku telah meninggal itu hoax. Sebab, sejauh ini KPK tidak menemukan bukti konkret terkait meninggalnya Harun.

Baca juga :  KPK Nilai Langkah Pemerintah Tak Selesaikan Masalah Keuangan BPJS

“Karena kalau memang orangnya kalau dikatakan meninggal kan ada keterangannya meninggal dimana, dari kelurahan surat kematiannya dimana. Tapi sampai saat ini hanya mungkin ya kami meyakini itu suatu hoaks saja. Bagi kami tetap terus akan mencari,” tuturnya.

Harun Masiku masuk daftar pencarian orang (DPO) sejak 7 Januari 2020. Hingga kini, jejak tersangka suap itu tak terlacak.

Harun Masiku merupakan tersangka dalam kasus suap PAW DPR yang hingga kini belum tertangkap. Padahal tiga tersangka lain, yakni Saeful Bahri, eks Komisioner KPU Wahyu Setiawan, dan Agustiani Tio Fridelina, sudah divonis bersalah.

Bagaimana vonis ketiganya? Saeful divonis 1 tahun 8 bulan penjara dan denda Rp 150 juta subsider 4 bulan kurungan. Saeful, yang juga kader PDIP, dinyatakan hakim bersalah memberikan suap kepada Wahyu Setiawan saat menjabat komisioner KPU.

Baca juga :  Bangun Gairah Ekonomi Sulsel, PLN Teken MoU dengan Pemprov Sulsel

Hakim meyakini Saeful memberikan suap secara bertahap dan bersama-sama Harun Masiku, yang hingga kini belum tertangkap. Adapun pemberian pertama sebesar SGD 19 ribu atau setara dengan Rp 200 juta diserahkan pada 17 Desember 2019. Pemberian kedua sebesar SGD 38.350 atau setara dengan Rp 400 juta diserahkan pada 26 Desember 2019 oleh Saeful kepada Agustiani Tio Fridelina.

Kemudian, Wahyu Setiawan divonis 6 tahun penjara dan denda Rp 150 juta subsider 4 bulan kurungan. Sedangkan Agustiani Tio Fridelina divonis 4 tahun penjara dan denda Rp 150 juta subsider 4 bulan kurungan.

Pembacaan vonis untuk Wahyu dan Tio dilakukan pada 24 Agustus 2020. Keduanya terbukti bersalah menerima suap dari Saeful dan Harun Masiku.

 

 

dtk

Edunews.

Kirim Berita via: [email protected]/[email protected]
Iklan Silahkan Hub 085242131678

Copyright © 2016-2019 Edunews.ID

To Top
Social Media Auto Publish Powered By : XYZScripts.com