Nasional

Tak Tergantung Negara Lain, DPR Desak Pemerintah Produksi Vaksin Corona dalam Negeri

Ilustrasi Vaksin

JAKARTA, EDUNEWS.ID – Anggota Komisi Kesehatan DPR RI Saleh Daulay meminta pemerintah memproduksi vaksin di dalam negeri untuk mengatasi penyebaran virus corona (covid-19).

Saleh mengatakan Indonesia harus menghindari ketergantungan impor kebutuhan vaksin dari negara lain, termasuk untuk menangani covid-19. Selain itu, ia berpendapat belum tentu vaksin yang dibuat negara lain ampuh menangani virus yang berkembang di Indonesia.

“Selain demi ketahanan nasional, sampel virus yang diteliti juga akan lebih tepat dan cocok dengan iklim tropis Indonesia. Jika memakai vaksin dari negara lain, belum tentu cocok dengan kondisi alam Indonesia,” jelas Saleh lewat pesan singkat kepada CNNIndonesia.com, Selasa (28/4/2020).

Saleh mengingatkan Indonesia adalah satu dari tiga puluh negara yang diakui WHO sebagai pelaku industri vaksin. Dia mencatat Indonesia memproduksi 12 jenis vaksin yang diekspor ke-141 negara.

Baca juga :  Indonesia Jangan Lagi Cari Bantuan dari Negara Lain

Dengan catatan itu, kata Saleh, seharusnya Indonesia juga mampu membuat vaksin corona. Politikus PAN itu tak ingin Indonesia harus mengeluarkan triliunan rupiah, bahkan berutang, untuk mengimpor vaksin corona.

“Indonesia benar-benar harus mandiri dan bebas dari tekanan pihak lain dalam melindungi bangsa dan negara,” tuturnya.

Advertisement

Sebelumnya, usul produksi vaksin corona juga disampaikan oleh mantan Menteri Kesehatan Siti Fadilah Supari. Dia menyebut bisa saja vaksin dari negara lain tidak memberikan kekebalan terhadap virus yang telah berkembang di Indonesia.

Selain itu, Siti bercerita soal tekanan industri kesehatan terhadap negara berkembang usai WHO mewajibkan vaksin tertentu.

“Vaksin bikinan sendiri dengan seed virus varian Indonesia jauh lebih tepat, apalagi bisa dibikin dengan cara halal. Mafia-mafia internasional memaksa kita membeli vaksin (dari mana seed virus-nya kita tidak tahu) dengan dasar anjuran WHO,” ujar Siti kepada CNNIndonesia.com.

Sementara, Kepala National Institute of Allergy and Infectious Diseases (NIAID) Anthony Fauci memprediksi vaksin covid-19 membutuhkan waktu 12-18 bulan. Meski demikian, saat ini ada sekitar 77 vaksin Covid-19 sudah dalam pengujian, termasuk enam yang telah mencapai tahap I pengujian pada manusia.

cnn

Edunews.

Kirim Berita via: [email protected]/[email protected]
Iklan Silahkan Hub 085242131678

Copyright © 2016-2019 Edunews.ID

To Top
Do NOT follow this link or you will be banned from the site!
Social Media Auto Publish Powered By : XYZScripts.com