Nasional

UAS Sebut Muslim adalah Umat Berperadaban Tinggi

JAKARTA, EDUNEWS.ID – Pimpinan Ranting Muhammadiyah (PRM) Pondok Labu, Jakarta menggelar pengajian virual yang dipimpin langsung oleh Ketua PRM Pondok Labu, M. Din Syamsuddin, Ahad (14/6/2020). Silaturahim daring yang berlangsung selama satu setengah jam ini, disiarkan di beberapa platform, seperti zoom, TVMU, TV digital, TV berlangganan, dan siaran langsung di channel Youtube dan Facebook resmi TvMu.

“Pengajian virtual ini akan berlangsung sekali setiap dua pekan, dan kali ini akan membahas topik, the new normal. Tentu kita akan melihat dari sudut pandang islam khususnya Alquran dan hadits dan bagaimana seyogyanya umat Muslim mengisi era the new normal ini,” tutur Din Syamsuddin saat membuka pengajian virtual, Ahad (14/6/2020).

Baca juga :  UAS : Penerapan Syariat di Zaman Modern ada di Aceh

“PRM Pondok Labu sengaja menghadirkan Ustadz Abdul Somad, sebagai ulama dan dai kondang, yang akan menjelaskan kepada kita mengenai makna the new normal dalam sudut pandang Islam, dan bagaimana cara menyikapinya,” tambah Din kepada partisipan dan pemirsa pengajian virtual yang mencapai hampir ribuan orang dari seluruh Indonesia.

Dalam ceramahnya, Ustadz Abdul Somad menyinggung perkembangan pengajian virtual yang telah banyak diaplikasikan. Cara baru untuk menghadiri majelis ilmu, kata UAS, sejatinya sudah berlangsung berkembang sejak lama, dan terus berkembang hingga saat ini.

UAS juga menceritakan tentang sistem pengajian saat masa Rasulullah, yang disebut Halaqah, dimana para sahabat akan duduk mengelilingi Nabi untuk mendengarkan ilmu yang Beliau berikan. Perkembangan Halaqah, kata UAS, berubah saat ditemukannya teknologi bernama radio. Halaqah kemudian bukan hanya dapat dilakukan dengan berkumpul di majelis ilmu, namun juga dengan mendengarkan siaran pengajian di radio.

Baca juga :  LAM Riau akan Ganjar Sanksi Adat Penghina UAS
Advertisement

“Halaqah terus merambah ke dunia televisi, bahkan kini internet. Oleh sebab itu Muslim adalah umat yang memiliki peradaban tinggi. dia tidak pernah kaget dengan sesuatu yang baru, karena Rasulullah SAW membawa agama yang datang dari Allah SWT, Allah SWT pula yang menciptakan, dan Allah SWT pula yang telah membuat suatu sistem yang selalu berkembang sesuai peradaban,” ucap UAS.

Dia menambahkan Islam adalah agama yang selalu relevan dengan zaman dan selalu sesuai di setiap tempat. UAS juga menegaskan Islam tidak pernah melarang sesuatu yang baru. Dari ceritanya, UAS menyimpulkan umat Muslim telah mengalami banyak pembaharuan sistem dan budaya, dan Islam tidak mempermasalahkannya.

“Dalam hukum Ushul Fiqih, diterangkan segala sesuatu adalah boleh selama tidak ada dalil yang mengharamkan. Maka dari contoh itu, mengajarkan Islam tidak melarang adanya pembaharuan sistem, dan membolehkan kita mengaplikasikan sesuatu yang baru,” ujarnya.

cnn

 

Edunews.

Kirim Berita via: [email protected]/[email protected]
Iklan Silahkan Hub 085242131678

Copyright © 2016-2019 Edunews.ID

To Top
Do NOT follow this link or you will be banned from the site!
Social Media Auto Publish Powered By : XYZScripts.com