Nasional

Viktor Laiskodat harus Diproses dan Ahmad M Ali harus Klarifikasi

Andrie Wawan

PALU, EDUNEWS.ID-Dewan Pembina Gerakan aktifis Palu untuk rakyat (GAPURA), Andrie Wawan, SH mengungkapkan, beredarnya pidato kontroversial Ketua Fraksi Nasdem DPR RI Viktor Laiskodat di berbagai media sosial akan berdampak panjang terhadap struktur sosial, tatanan hukum-keamanan, stabilitas demokrasi serta ketidak-nyamanan publik terhadap keberadaan politisi yang provokatif dengan melegitimasikan diri sebagai wakil rakyat.

Andrie menuturkan, dewasa ini beberapa peristiwa politik tanah air tidaklah memberikan kontribusi produktif terhadap pendidikan demokrasi kepada public termasuk pernyataan Viktor Laiskodat saat berpidato di Nusa Tenggara Timur (NTT) dengan mengatakan : “Dan celakanya partai-partai pendukungnya itu ada di NTT juga. Yang dukung supaya ini kelompok ini ekstremis ini tumbuh di NTT, partai nomor 1 Gerindra. Partai nomor dua itu namanya Demokrat. Partai nomor tiga namanya PKS, Partai nomor empat namanya PAN ….. kita bunuh pertama mereka sebelum kita dibunuh” yang kemudian penyataan tersebut di anggap tidak bersalah oleh politisi DPR RI asal Sulawesi tengah Ahmad M. Ali dari partai yang sama pada komentar persnya di berbagai media.

“Ahmad M. Ali harusnya menyadari bahwa keberadaannya di senayan mewakili suara, pikirkan serta tindakan dari masyarakat kawasan timur Indonesia terkhusus Sulawesi tengah, sangat disayangkan jikalau beliau menyatakan bahwa pernyataan dari Viktor Laiskodat tidak memiliki unsur provokatif dan tidak perlu di polemikkan”, kecam Andrie dalam keterangannya, Senin (7/8/2017).

Pernyataan Viktor Laiskodat, lanjut Andrie yang dengan sengaja menyebar kebencian kepada beberapa partai politik dan juga agama islam tentu harus diseriusi sampai pada tahapan pemberian sanksi hukum oleh kolektif kolegial DPR RI melalui Mahkamah Dewan Kehormatan (MKD) karena telah melukai hati masyarakat.

“MKD harus tegas dan tak hanya memberikan sanksi kepada Viktor Laiskodat juga MKD harus mempertimbangkan anggota DPR-RI lainnya yang mendukung pernyataan provokatif tersebut, pasalnya jika issue SARA yang digemakan oleh Viktor Laiskodat dan antek-anteknya tidak disikapi secara hukum dan sosial akan menjadi pintu masuk terhadap akumulasi kekecewaan publik untuk melakukan sikap boikot terhadap partai yang dengan sengaja dan terbuka mendukung agen-agen provokatif,” lanjut Andrie.

“Kita tunggu niatan baik dari Viktor Laiskodat untuk menyatakan permintaan maafnya kepada publik dan juga kita tunggu klarifikasi dari Ahmad M. Ali terkait dukungannya terhadap Viktor Laiskodat, apa motif dari dukungan tersebut ? Dan kami menghimbau kepada masyarakat Sulawesi tengah agar kiranya mengikuti serta menilai kejadian yang telah melukai hati kita semua,” pungkas Direktur Lembaga Investigasi dan Advokasi Rakyat (LENTORA) ini

EDUNEWS

Facebook Comments

Kirim Berita via: redaksi@edunews.id/redaksiedunews@gmail.com
Iklan Silahkan Hub 08114167811

Copyright © 2016-2017 Edunews.ID

To Top
Do NOT follow this link or you will be banned from the site!
Close