Nasional

Wapres Ma’ruf Sebut Islam Bukan Berarti Khilafah

EDUNEWS.ID – Wakil Presiden Ma’ruf Amin mewanti-wanti jangan sampai ada penyampaian aspirasi yang menyimpang dari kesepakatan nasional. Hal itu disampaikan Ma’ruf saat meresmikan pembukaan workshop anggota DPRD Partai Persatuan Pembangunan (PPP) se-Indonesia di Pecenongan, Gambir, Jakarta, Sabtu, 15 Februari 2020.

Ma’ruf mencontohkan kesepakatan nasional itu seperti ideologi Pancasila.

“Oleh karena itu aspirasi yang kita sampaikan masih dalam bingkai itu, jangan lagi ada perjuangan yang menyimpang dari itu,” tutur Ma’ruf.

Salah satu penyimpangan yang Ma’ruf contohkan adalah penggunaan paham khilafah di Indonesia. Ma’ruf menyatakan, Islam tidak berarti harus menganut paham khilafah.

“Apakah khilafah itu tak islami? Islami. Tapi bukan berarti islami itu khilafah, karena kerajaan juga Islam, buktinya Saudi Arabia,” ucap Ma’ruf.

Baca juga :  Pertama Kali, Indonesia Kini Punya Listrik Tenaga Angin, 30 Tower, Kapasitas 75 MW

Menurut Ma’ruf, khilafah tidak diperbolehkan di Indonesia karena tidak sejalan dengan kesepakatan nasional. Sementara kesepakatan nasional oleh para pendiri bangsa telah menyatakan Pancasila sebagai ideologi bangsa.

“Kenapa khilafah tak boleh di Indonesia? Karena menyalahi kesepakatan, kita tak boleh menyalahi kesepakatan itu,” ujarnya.

vva

Edunews.

Kirim Berita via: redaksi@edunews.id/redaksiedunews@gmail.com
Iklan Silahkan Hub 085242131678

Copyright © 2016-2019 Edunews.ID

To Top
Do NOT follow this link or you will be banned from the site!