News

Nelayan Kodingareng Sayangkan Aksi Unjuk Rasa Anarkis

Warga Kodingareng yang juga berprofesi sebagai Nelayan, Bahtiar

MAKASSAR, EDUNEWS.ID – Salah satu warga Kodingareng menyayangkan aksi unjuk rasa yang berakhir anarkis dilakukan oleh nelayan dan mahasiswa di tengah lautan, Sabtu (12/09/2020) pagi tadi.

Salah satu warga Kodingareng yang juga berprofesi sebagai Nelayan, Bahtiar, saat dihubungi Sabtu (12/09/2020) mengungkapkan, jika aksi yang anarkis hanya akan mengorbankan nelayan Kodingareng

“Saya merasa takut kepada masyarakat terhadap aksi yang dilakukan ini sehingga terjadi lagi korban. Kan dua kali terjadi ini, contoh lalu itu Daeng Manre, Daeng Saharuddin itukan sudah menjadi korban,” katanya.

“Alhamdulillah mereka sudah lepas. Masyarakat ingin orang yang masuk berkoordinasi dengan pemuda Kodingareng, karena ujung-ujungnya pasti masyarakat sendiri yang kasihan kalau ada terjadi korban,” tambahnya.

Baca juga :  Polda Sulsel Ancam Jemput Paksa Danny Pomanto

Lanjut Bahtiar, dirinya tidak menginginkan kembali adanya anarkis dalam menyuarakan aspirasi masyarakat Kodingareng yang berujung masyarakat menjadi tumbal.

“Kami tidak ingin masyarakat Kodingareng yang menjadi korban terhadap aksi-aksi demo. nah ini saya tidak tahu mahasiswa dari mana (yang demo) ” tuturnya.

Dirinya berharap, pemerintah kelurahan menindak tegas terhadap siapapun orang yang memasuki pulau Kodingareng.

“Kalau ada mahasiswa yang tidak ada laporannya atau pemberitahuannya masuk di pemerintahan setempat dan mengadakan aksi atas nama masyarakat itu yang dapat meresahkan sebenarnya,” harapnya.

Advertisement

Diketahui, beberapa hari sebelumnya, Rabu, (09/09/2020). Beberapa warga nelayan bersama Wahana Lingkungan Hidup (Walhi) dan Koalisi Rakyat untuk Keadilan Perikanan (KIARA) yang dipimpin langsung oleh Sekretaris Jenderal KIARA, Susan Herawati melakukan aksi unjuk rasa menghadang kapal Tambang Pengerukan Pasir Laut PT Royal Boskalis.

Dilansir dari CNNIndonesia.com, Kepala Bidang Hubungan Masyarakat (Humas) Kepolisian Daerah Sulawesi Selatan (Polda Sulsel), Komisaris Besar Ibrahim Tompo mengatakan, ada belasan orang yang diamankan dalam aksi menentang kapal Boskalis yang menambang pasir di lokasi tangkap nelayan, Pulau Kodingareng, Sabtu pagi (12/9/2020).

Mereka diamankan untuk dimintai keterangan terkait aksi perusakan kapal Boskalis. Menurut dia, sejumlah nelayan melemparkan bom molotov ke arah kapal. Beberapa nelayan dan Walhi menginginkan penghentian  kegiatan penambangan saat melakukan aksi.

“Mereka melempari batu dan bom molotov ke atas dek kapal sehingga menimbulkan kebakaran di beberapa titik dan melakukan pemotongan kabel listrik peneumatic sehingga kapal tidak bisa melakukan pengerukan di satu sisi,” kata Ibrahim.

To Top
Do NOT follow this link or you will be banned from the site!
Social Media Auto Publish Powered By : XYZScripts.com