DAERAH

Pegiat Anti Korupsi Tantang Kajati Baru Sulsel Bongkar Kasus Korupsi PDAM Makassar

Kantor PDAM Kota Makassar

MAKASSAR, EDUNEWS.ID- Kajati Sulawesi Selatan saat ini dijabat oleh Raden Febrytriyanto setelah lolos seleksi calon kajati yang digelar Kejagung sejak Agustus 2020. Serahterima jabatan dari Firdaus Dewilmar, Kajati lama Sulsel ke Raden Febrytriyanto digelar Rabu (17/2/2021) lalu.

Kehadiran Kajati baru tersebut, oleh penggiat anti korupsi diharapkan menjadi angin segar dalam penuntasan berbagai kasus di Sulsel, khususnya terkait dugaan korupsi di Makassar seperti yang terjadi di Perumda PDAM Kota Makassar.

Koordinator Forum Komunikasi Lintas (FoKaL) NGO Sulawesi, Djusman AR pun memberikan apresiasi atas digantinya Kajat Sulsel.

Djusman mengungkapkan, selama kepemimpinan Kajati sebelumnya, semangat dan harapan publik terkait pemberantasan korupsi terkikis. Pasalnya pejabat sebelumnya juga sudah pernah dicopot lalu diaktifkan kembali di wilayah hukum yang sama.

“Tak ada satupun kasus dugaan korupsi yang ditangani berakhir hingga persidangan,” ungkap Djusman pekan lalu.

Baca juga :  Republik Indonesia-Brunei Darussalam Jajaki Kerjasama Kepemudaan

Djusman mencontohkan, ada pula kasus yang cukup menyita perhatian publik yakni kasus dugaan korupsi PDAM Makassar.

“Awal penyelidikannya dipublish habis-habisan namun belakangan menghilang bagai ditelan bumi alias perkembangannya tak kedengaran lagi,” beber Djusman.

Bahkan, kata Djusman, pihaknya mencurigai ada yang tak beres dalam penanganan kasus tersebut.

“”Entah penyebabnya apa, mungkin masuk angin,” ujarnya.

Senada dengan itu, Aliansi Peduli Anti Korupsi Republik Indonesia (APAK RI) menantang Kepala Kejaksaan Tinggi Sulawesi Selatan (Kajati Sulsel) baru, Raden Febrytriyanto untuk melanjutkan kembali penanganan kasus dugaan korupsi di lingkup Perusahaan Daerah Air Minum (PDAM) Makassar yang merupakan peninggalan rekannya, Firdaus Dewilmar saat menjabat sebagai Kajati Sulsel.

“Kasus PDAM ini cukup menarik dan sempat menyita perhatian publik. Anehnya tak pernah lagi diketahui perkembangannya pasca pilkada serentak. Kita harap Kajati yang baru ini melanjutkan penanganannya,” kata Ketua APAK RI, Mastan via telepon, Selasa (23/2/2021).

Baca juga :  Pemilu Sudah Selesai, PKS Sebut Habib Rizieq Sudah Bisa Dipulangkan

Ia mengatakan dalam kasus tersebut, sudah banyak pihak yang diambil keterangannya baik saat penyelidikan di tingkat Intelijen maupun di pidsus Kejati Sulsel.

“Akan menjadi aneh karena tiba-tiba kasus ini tak terdengar lagi kabar perkembangan penyelidikannya oleh pidsus. Yah kita harap kasus ini menjadi atensi pimpinan baru Kejati Sulsel,” ujar Mastan.

Sebelumnya, penanganan kasus PDAM tersebut cukup mendapat perhatian serius masyarakat dan sejumlah lembaga pegiat anti korupsi.

Bahkan para pegiat anti korupsi sempat menyatakan mosi tidak percaya terhadap kinerja penegakan hukum Kejati Sulsel dibawah kepemimpinan Kepala Kejaksaan Tinggi Sulawesi Selatan (Kejati Sulsel), Firdaus Dewilmar kala itu.

Hal yang sama juga diungkapkan oleh Direktur Anti Corruption Committee Sulawesi (ACC Sulawesi) Kadir Wokanubun. Menurutnya, alasan penghentian penyelidikan kasus dugaan korupsi lingkup PDAM Makassar karena akan ada pilkada serentak kala itu, tentunya itu lebih pada alasan politik, bukan alasan hukum.

Baca juga :  Soal Bukti Rampasan, KPK Dinilai Tidak Transparan

Kejaksaan sebagai lembaga penegak hukum, kata dia, harusnya berpegangan pada penegakan hukum bukan pada alasan politik.

“Karena ketika memakai alasan politik maka wajar saja publik menilai Kejaksaan telah berpolitik,” jelas Kadir.

Ia mengaku sejak awal menaruh kecurigaan terhadap penanganan kasus dugaan korupsi lingkup PDAM Makassar tersebut.

Dimana Kejati terkesan sangat bersemangat mengumbar setiap tahapan penyelidikan kasus tersebut saat awal ditangani oleh bidang Intelijen mereka.

“Kok belakangan dihentikan dengan alasan pilkada. Bukannya diawal mereka sendiri yang proaktif membuka kasus tersebut di jelang pilkada serentak akan berlangsung. Kami sepertinya curiga jika kasus ini seperti by order saja,” tutur Kadir saat itu. (int)

 

Edunews.

Kirim Berita via: [email protected]/[email protected]
Iklan Silahkan Hub 085242131678

Copyright © 2016-2019 Edunews.ID

To Top
Social Media Auto Publish Powered By : XYZScripts.com