News

Pembebasan Lahan Tol Trans Sumatera, Pemda Dihimbau Tempuh Upaya Persuasif ke Warga

 

 

JAKARTA, EDUNEWS.ID – Pemerintah melalui Kementerian Koordinator Bidang Perekonomian mendorong langkah persuasif melalui dialog dengan warga terdampak untuk mengatasi permasalahan pembebasan lahan pengerjaan proyek jalan tol Trans-Sumatera.

Karenanya, Kemenko Perekonomian sangat berharap pada peran serta pemerintah daerah (pemda) untuk melakukan pendekatan tersebut.

“Seperti sosialisasi, penyampaian kebijakan, berunding dengan warga, serta memberikan penyadaran bahwa proyek yang sedang dikerjakan adalah untuk kepentingan bersama,” ujar Asisten Deputi Transportasi Multimoda Kemenko Perekonomian, Tulus Hutagalung melalui siaran pers yang diterima di Jakarta, Senin (13/11/2017).

Dalam isu pengadaan tanah untuk proyek Trans-Sumatera, pemerintah mengidentifikasi sejumlah hambatan yang menyebabkan pengerjaan proyek memakan waktu cukup lama.

Persoalan tersebut di antaranya adalah pengadaan pada tanah grant sultan (terjadi pada ruas Tol Medan-Binjai Seksi 1), mekanisme konsinyasi yang seringkali memakan waktu cukup lama, pengadaan tanah pada tanah BUMN, BMN dan institusi pemerintah seperti TNI.

Kemudian, persoalan lainnya yaitu pengadaan tanah pada tanah milik perusahaan yang diduduki oleh masyarakat (contoh pada beberapa kasus di ruas Bakauheni Terbanggi Besar), dan pengadaaan tanah pada tanah yang terdapat utilitas seperti pipa gas, tower lisrik dan kabel listrik.

Komite Percepatan Penyediaan Infrastruktur Prioritas (KPPIP) secara intensif terus melakukan pengawasan serta mencarikan solusi terkait proses pembebasan lahan yang tengah berlangsung. “Kata kuncinya implementasi. Jadi peran pemerintah daerah di lapangan dalam melaksanakan arahan dari pusat sangat besar,” ucap Tulus.

Beri Penjelasan

Dia berharap pemerintah daerah melalui musyawarah pimpinan daerah dapat bekerja sama menuntaskan permasalahan pengadaan lahan dengan mengedepankan pendekatan persuasif. Pendekatan hukum akan digunakan sebagai opsi terakhir.

“Pemerintah kabupaten atau kota bisa mengajak pihak kejaksaan atau kepolisian di daerah masing-masing untuk menjelaskan kepada masyarakat perihal kebijakan yang telah dikeluarkan oleh pemerintah pusat terkait pembangunan jalan tol,” ucap Tulus.

Berdasarkan dokumen usulan Proyek Strategis Nasional dari Badan Pengatur Jalan Tol, jalan tol Trans Sumatera terdiri 24 ruas jalan tol sepanjang 2.709 kilometer. Tol Trans Sumatera beroperasi sebagian pada 2017, dan proyek tol terakhir ditargetkan selesai pada 2025.

Berdasarkan Perpres Nomor 117/2015 tentang Percepatan Pembangunan Jalan Tol di Sumatera, delapan ruas didahulukan dengan target pengoperasian selambat-lambatnya akhir 2019.

Facebook Comments

Kirim Berita via: redaksi@edunews.id/redaksiedunews@gmail.com
Iklan Silahkan Hub 08114167811

Copyright © 2016-2017 Edunews.ID

To Top
Do NOT follow this link or you will be banned from the site!
Close