Ekonomi

Pemerintah Klaim Alokasi Bansos 65 Triliun ke 103 Juta Penduduk

JAKARTA, EDUNEWS.ID-Pemerintah mengalokasikan total Rp65 triliun untuk mendukung rumah tangga di tengah pandemi virus corona. Anggaran itu mengalir kepada 103 juta individu dalam bentuk kartu sembako, kartu prakerja, diskon tarif listrik dan program bansos lainnya.

“Pemerintah terus memberikan dukungan fiskal untuk menjaga konsumsi rumah tangga dan mendukung usaha mikro, kecil, dan menengah (UMKM) dalam rangka pemulihan ekonomi nasional sebagai langkah penanganan dan antisipasi dampak pandemi covid,” tulis Setkab.go.id, Senin (11/5/2020).

Untuk UMKM, pemerintah mengalokasikan sekitar Rp34,15 triliun kepada 60,66 juta rekening pelaku usaha. Anggaran itu ditujukan untuk meringankan pembayaran cicilan dan subsidi bunga kredit.

Adapun, program relaksasi bagi UMKM tersebar melalui program Kredit Usaha Rakyat (KUR), Ultra Mikro (UMi), Mekaar, perbankan, pegadaian, dan lain sebagainya.

Baca juga :  Temui Teten Masduki, Fadel Muhammad Bahas Desain Model Bisnis Kemitraan Usaha Besar dengan UMKM
Advertisement

Menteri Keuangan Sri Mulyani mengklaim saat ini sekitar 55 persen dari penduduk RI sudah ter-cover dengan bansos dari pemerintah pusat. Artinya, angka itu belum memperhitungkan bansos yang dikeluarkan pemerintah daerah.

Ia merinci Program Keluarga Harapan (PKH) meng-cover sekitar 10 juta atau hampir 16 persen dari penduduk. Bila ditambah dengan kartu sembako, maka angkanya telah meng-cover 20 juta.

“Hampir sekitar 36 persen dari penduduk Indonesia ter-cover dengan bansos sembako. Sementara, untuk subsidi listrik mencakup 24 juta pelanggan 450 VA dan 7,2 juta pelanggan 900 VA (subsidi),” kata Ani, dalam keterangan resmi Setkab.

Edunews.

Kirim Berita via: [email protected]/[email protected]
Iklan Silahkan Hub 085242131678

Copyright © 2016-2019 Edunews.ID

To Top
Do NOT follow this link or you will be banned from the site!
Social Media Auto Publish Powered By : XYZScripts.com