Pemuda Tani HKTI Sulsel Minta Gubernur Perhatikan Kesehatan dan Kesejahteraan Petani

MAKASSAR, EDUNEWS.ID – Dewan Pimpinan Provinsi (DPP) Pemuda Tani Himpunan Kerukunan Tani Indonesia (HKTI) Provinsi Sulawesi Selatan mengingatkan Gubernur Sulsel untuk memberi perhatian lebih pada kesehatan dan kesejahteraan petani.

Hal tersebut diungkap oleh Ketua UMum DPP Pemuda Tani HKTI Sulsel, Rachmat Sasmito menanggapi kehadiran Gunernur Sulsel dalam kegiatan Pencanangan Panen Padi Inbrida di Kelurahan Lakkang, Kecamatan tallo, Kota Makassar, Sabtu (11/04/2020).

“Kami harap Gubernur Sulsel untuk mengurangi kegiatan yang melibatkan kerumunan massa petani dalam jumlah besar untuk mencegah penyebaran Covis-19.” Terang Rachmat Sasmito sambil merujuk Maklumat Kapolri beberapa waktu yang lalu.

Sebagaimana diketahui, pekan lalu, Gubernur Sulsel juga menghadiri acara panen jagung di Kabupaten Soppeng di tengah pandemi Covid-19 yang dimana Sulsel sudah masuk zona merah dan menjadi urutan kelima pasien positif Covid-19 Indonesia.

Baca juga :  Tjokro: Menulislah Seperti Wartawan!

Rachmat Sasmito mengingatkan bahwa bila memang tidak bisa dihindari, Gubernur harus tetap memprioritaskan kesehatan petani dengan senantiasa mengingatkan soal prosedur kesehatan yang harus diterapkan selama masa pandemi Covid-19.

Advertisement

Selain soal kesehatan, Rachmat Sasmito pun meminta Gubernur Sulsel jangan hanya menunjukkan perhatian kepada petani dengan kegiatan seremonial, melainkan mendorong agar ada kebijakan sistemik yang bisa meningkatkan kesejahteraan petani.

“Coba lihat, Gubernur memimpin panen raya jagung di Soppeng, tapi pada saat yang sama harga jagung di kalangan petani anjlok hanya di kisaran 2.200 – 2.300 rupiah per kilo, sementara harga beli di industri Makassar sebesar 3.150- 3.250 rupiah per kilo.” Jelas Rachmat Sasmito.

Olehnya, DPP Pemuda Tani HKTI Sulsel berharap Gubernur bisa mendorong agar Pemerintah dalam hal ini Kementerian Pertanian dapat menetapkan Harga Pembelian Pemerintan (HPP) komoditas jagung pada tahun 2020 pada angka 3.500 rupiah per kilo untuk petani, dan 4.500 rupiah untuk industri.

Selain itu, pihaknya juga minta Gubernur Sulsel untuk memfasilitasi implementasi penerapan GAP (Good Agricultre Practces) dan GHP (Good Handling Practices) di kalangan petani jagung agar produktivitas komoditas jagung kita bisa meningkat menjadi 8 ton/ha.

To Top
Do NOT follow this link or you will be banned from the site!
Social Media Auto Publish Powered By : XYZScripts.com