Ekonomi

Pengamat Perkirakan Defisit Anggaran akan Capai 400 Triliun

Awalil Rizky

JAKARTA, EDUNEWS.ID-Defisit anggaran hingga akhir Mei 2019 tercatat Rp 127,5 triliun. Angka itu lebih tinggi dibandingkan periode yang sama tahun sebelumnya yaitu sebesar Rp 93,5 triliun.

Pengamat Ekonomi, Awalil Rizky mengungkapkan, jika kecenderungan pendapatan dan belanja hingga akhir tahun sama dengan realisasi 5 bulan ini, maka defisit akan lebih besar dibanding target APBN 2019.

“Target defisit sebesar Rp296 triliun atau 1,84% dari PDB. Saya perkirakan akan dapat mencapai Rp400 triliun, atau di kisaran 2,5% dari PDB, ” kata Awalil dilansir dari facebooknya, Sabtu (22/6/2019).

Awalil memaparkan, jika dalam 3 tahun (tahun 2015 hingga tahun 2017) juga di kisaran rasio itu.

“Defisit pada tahun 2018 memang telah berhasil ditekan menjadi hanya 1,76% dari PDB,” katanya.

Baca juga :  Sandi Sebut Asian Games Momentum Gerakkan Ekonomi UMKM

Sebelumnya, Menteri Keuangan Sri Mulyani Indrawatipun merasa was-was lantaran belum mengetahui secara pasti mengenai arah perekonomian.

“Sampai Mei, defisit tidak mengikuti arah, agak sedikit meningkat. Inilah yang kami harus lihat tanda-tanda ekonomi apakah menguat atau apa ada tanda-tanda pelemahan,” kata Sri Mulyani saat konferensi Pers APBN KiTa, Jakarta, Jumat (21/6/2019) lalu.

Defisit anggaran dikarenakan realisasi pendapatan negara lebih rendah dibandingkan dengan belanja negara. Hingga akhir Mei 2019, realisasi pendapatan negara Rp 728,4 triliun, sedangkan belanja negara Rp 855,9 triliun. Dengan begitu defisit anggaran sebesar Rp 127,5 triliun atau 0,79% dari produk domestik bruto (PDB).

Dia pun menyadari, tren pendapatan negara cenderung melemah. Terutama pada penerimaan pajak. Realisasi per akhir Mei 2019 terjadi pelemahan yang cukup drastis.

Baca juga :  Usai Salat Idul Fitri, Nurdin Abdullah Jalan Kaki 2.2 Kilometer

Dari realisasi Rp 728,4 triliun, penerimaan pajak termasuk PPh mencapai Rp 496,6 triliun. Angka ini hanya tumbuh 2,43% atau jauh lebih rendah dibandingkan periode yang sama tahun sebelumnya sebesar 14,2%.

“Dari sisi pendapatan negara terlihat tren melemah,” kata dia.

Facebook Comments

Edunews.

Kirim Berita via: redaksi@edunews.id/redaksiedunews@gmail.com
Iklan Silahkan Hub 085242131678

Copyright © 2016-2019 Edunews.ID

To Top
Do NOT follow this link or you will be banned from the site!