News

‘Pengguna Narkoba Jangan Mau Jadi ATM Aparat’

 

 

JAKARTA, EDUNEWS.ID – Ketua Umum Generasi Peduli Anti-Narkoba (GPAN) Brigjen Pol (P) Siswandi mengungkapkan, peredaran narkoba di Indonesia telah merajalela hingga pelosok desa. Menurutnya, para pecandu dan pengguna narkotika dan obat-obatan terlarang saat ini menunjukkan angka yang cukup signifikan, serta tak kunjung terselesaikan.

“Menyayangkan para pengguna narkoba harus dikenakan sanksi hukuman kurungan tahanan. Padahal ada yang lebih manusiawi dan mengubah para pengguna dengan rehabilitasi,” kata Siswandi dalam siaran pers di Jakarta, Jumat (11/5/2018).

Siswandi mengatakan, dalam Undang-Undang Nomor 35 Tahun 2009 tentang Narkotika, khususnya pada Pasal 54 disebutkan, hukuman bagi pecandu dan korban penyalahguna narkotika ialah wajib menjalani rehabilitasi. Beda halnya dengan pengedar atau bandar, hukumannya sangat berat.

Baca juga :  Komite Aksi Bersama International Women's Dat 2017 Kecam Pembubaran Aksi Depan Kedubes Arab Saudi

“Untuk itu bagi para pecandu yang ingin bertobat atau ingin berobat, segera melaporkan diri ke IPWL untuk berobat dan akan direhabilitasi. Kalau tidak mau menjadi ATM aparat para pengguna maupun pecandu narkoba segera melapor. Jangan kalau sudah ditangkap aparat ya siap-siap jadi ATM,” tambahnya.

Seperti yang diutarakannya, dalam sidang lanjutan kasus penyalahgunaan narkoba yang menjerat terdawa Toil Bin Amar, warga Tambak Mayor Barat kembali disidangkan di Pengadilan Negeri (PN) Surabaya, dengan Jaksa Penuntut Umum (JPU), Duta Amelia.

Sidang menghadirkan Ahli Pidana Khusus Narkoba Dr Ilyas SH, MH, yang menjabat sebagai Kepala Seksi Rehabilitasi BNN Cirebon. Datang sebagai saksi ahli keilmuan dokter BNN, Ilyas menegaskan akan memberikan pemahaman proses penanganan pengguna narkoba yang tertangkap polisi.

Baca juga :  Tito Karnavian tak Berminat Menjadi Cawapres

Harapan ke depannya para pengguna atau penyalahgunaan narkoba tidak asal dijerat hukum, karena mereka bukan penjahat, akan tetapi mereka orang yang sedang sakit dan butuh pengobatan medis.

Ilyas sependapat dengan Siswandi bahwa korban pengguna narkotika bukanlah pelaku kejahatan. “Mereka para pengguna adalah korban. Ketidaktahuan dari dampak narkoba, atau coba-coba, ataupun dipaksa dicekoki oleh geng untuk pakai narkotika,” ungkap Siswandi.

Facebook Comments

Edunews.

Kirim Berita via: redaksi@edunews.id/redaksiedunews@gmail.com
Iklan Silahkan Hub 085242131678

Copyright © 2016-2019 Edunews.ID

To Top
Do NOT follow this link or you will be banned from the site!